TintaSiyasi.id -- Aktivis Muslim Malaysia Ustaz Abdul Hakim Othman menyatakan bahwa umat Islam memainkan peran penting dalam mengurangi korupsi.
“Umat Islam sendiri juga memainkan peran penting
ketika kita berbicara tentang korupsi. Mereka harus berperan dalam mengurangi
korupsi,” katanya dalam program Kupas Tuntas Bersama Jurucakap HTM
yang berjudul Demokrasi: Sistem yang Memelihara Korupsi, Jumat
(28/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa peran umat Islam sendiri termasuk
hal-hal yang perlu diperhatikan dalam masalah korupsi, selain para pemimpin
yang terlibat korupsi dan sistem yang sudah rusak yang semakin memelihara
korupsi.
Pertama, umat Islam harus berhenti mendukung
pemimpin seperti itu.
“Jika mereka sudah tahu bahwa pemimpin mereka korup,
mengapa mereka perlu memilih pemimpin seperti itu? Ini menjadi masalah ketika
masih ada pemimpin yang terbukti korup, tetapi masih ada pendukung mereka dari
kalangan umat Islam,” katanya.
Ia melanjutkan, "Jadi ini tidak akan membantu
mengurangi korupsi jika umat Muslim masih memilih atau mendukung pemimpin yang
sudah dikenal korup.”
Lanjut dikatakan, umat Islam harus menolak para
pemimpin yang terlibat dalam korupsi dan menasihati mereka.
“Jadi, yang harus dilakukan umat Islam adalah menolak
para pemimpin seperti ini, memberi nasihat, memberi ancaman kepada mereka
mengenai dosa dan pahala, surga dan neraka, kepada para pemimpin korup ini,”
jelasnya.
Kedua, umat Islam memiliki peran dalam
upaya mengganti sistem demokrasi dengan sistem Islam.
“Lebih dari itu, kita telah membahas sebelumnya
bagaimana sebenarnya memberantas korupsi ini. Kita membutuhkan sistem lain
untuk mengganti sistem demokrasi yang ada dengan sistem Islam,” bebernya.
“Di sinilah peran umat Islam untuk berusaha mewujudkan
sistem Islam, berusaha mewujudkan negara Islam,” katanya.
“Negara khilafah
akan menerapkan hukum Islam yang akan menerapkan hukum dari Al-Qur’an dan sunah,
yang insyaallah dengan penerapannya kita yakin kasus korupsi ini dapat
dikendalikan. Jika tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, insyaallah akan
dikurangi secara signifikan,” katanya.
Lanjut dikatakan, hal itu karena keyakinan akan
jaminan dari Allah Swt. dalam surah Al-A'raf ayat 96.
"Ini adalah jaminan dari Allah Swt. sendiri
ketika agama Islam diterapkan atau hukum Islam diterapkan secara kaffah di
suatu negara dan penduduk negara tersebut adalah penduduk yang beriman dan
takut kepada Allah, maka Allah akan melimpahkan nikmat Allah, rahmat Allah
kepada negara tersebut," jelasnya.
Juru bicara partai ideologis Malaysia tersebut
menyimpulkan bahwa penerapan Islam di suatu negara dapat mengurangi kejahatan
termasuk korupsi.
"Islam sebagai agama adalah rahmatan lil-‘alamin.
Jika Islam diterapkan, dan penduduknya saleh, maka nikmat dari Allah, rahmat
dari Allah akan datang dalam bentuk segala bentuk kejahatan termasuk korupsi,
insyaallah akan berkurang jika tidak dapat dihilangkan sepenuhnya,"
pungkasnya.[] Syamsiyah Jamil
