Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

'Simbiosis Mutualisme' Antara RSF dan Uni Emirate Arab di Konflik Sudan

Senin, 24 November 2025 | 05:55 WIB Last Updated 2025-11-23T22:55:16Z

TintaSiyasi.id -- Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Idrus memandang melimpahnya emas di Sudan menjadi faktor kerja sama dengan hubungan simbiosis mutualisme antara Uni Emirate Arab (UEA) terhadap kelompok Rapid Support Forces (RFS).

 

"Kenapa Uni Emirate Arab mendukung RFS karena ada simbiosis mutualisme. RFS butuh senjata butuh amunisi untuk mengalahkan wilayah Sudan dan Uni Emirate Arab butuh emas, karena memang cuan itu sangat besar dalam konflik Sudan ini," ucapnya di kanal YouTube Tabloid Media Umat; Peran AS Dalam Konflik Sudan dan Dunia Islam, Ahad (16/11/2025).

 

Pizaro menjelaskan, RFS dari tahun 2015 hingga 2022 menghasilkan 240 ton emas. “240 ton emas jika di rupiahkan setara 550 triliun, untuk negara seperti Sudan itu terbilang besar,” beber Pizaro.

 

"Siapa kemudian yang mau membagi emas yang begitu berlimpah ini? Siapa yang mau melepaskan begitu saja, karena begitu sangat kuat dan emas-emas ini kenapa UEA mendukung RFS," terangnya.

 

Ia menilai emas tidak hanya diberikan kepada Uni Emirate Arab, tetapi kemudian dijual lagi ke Eropa. "Makanya kenapa kemudian Rusia masuk. Rusia itu kan join kerja sama dengan berbagai perusahaan yang ada di Abu Dhabi atau Uni Emirate Arab untuk melakukan semacam join emas, kemudian dijual ke eropa," jelasnya.

 

"Ini kenapa Uni Emirate Arab memiliki atensi sangat kuat, tidak hanya faktor emas tetapi juga pangan. Kita mengetahui 90 persennya impor Uni Emirate Arab untuk pangan itu dari Sudan. Karena dia mengalami krisis pangan dan krisis air kemudian dia melakukan impor dari Sudan," tambahnya.

 

Selain itu, ia membeberkan adanya perang proksi di Sudan yakni antara Uni Emirate Arab dengan Arab Saudi. “Walaupun dua negara ini sering berkoalisi salah satunya berperan dalam jatuhnya mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi,” ungkapnya.

 

"Dalam jatuhnya Morsi mereka sama-sama mendukung tetapi dalam kasus Sudan pecah, Saudi mendukung militer Sudan (SAF), Uni Emirate Arab mendukung RFS karena ada kepentingsn ekonomi dan penguasaan maritim," bebernya.

 

Lanjutnya, ia menambahkan bahwa Arab Saudi sekarang sedang membuat perusahaan multinasional yang ingin menanamkan investasi di wilayah Timur Tengah dan pusatnya di Arab Saudi.

 

“Langkah ini bagi Uni Emirate Arab sebagai peran Arab Saudi untuk menggeser Dubai sebagai pusat ekonomi di Timur Tengah,” ulasnya.

 

"Nah, kemudian kenapa mereka terlibat persengketaan di wilayah Sudan. Dan jalur laut Merah itu kan seperti jalur perdagangan kontainer global. Laut Merah di situ ada siapa? ada Saudi ada Uni Emirate Arab, dan Uni Emirate Arab begitu bersemangat membangun kekuatan maritim. Tentu itu berbenturan dengan kepentingan Saudi dan sebagainya," paparnya.

 

"Jadi Sudan itu seperti menjadi negara bajakan pertarungan aktor-aktor regional dan aktor-aktor internasional untuk kepentingan sumber daya, maritim, geopolitik, dan Amerika juga bermain disini," tutupnya.[] Taufan

Opini

×
Berita Terbaru Update