Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Resolusi PBB, Solusi atau Petaka bagi Palestina?

Kamis, 18 September 2025 | 19:38 WIB Last Updated 2025-09-18T12:38:27Z

Tintasiyasi.id.com -- Belum lama ini Majelis Umum PBB mengesahkan resolusi baru terkait konflik Israel-Palestina. Lewat pemungutan suara, mayoritas negara anggota mendukung “Deklarasi New York” yang menegaskan kembali solusi dua negara tanpa melibatkan Hamas.

Mengutip Arab News, Resolusi tersebut disetujui dengan 142 suara mendukung, 10 menolak – termasuk Israel dan Amerika Serikat (AS) – serta 12 abstain, pada Jumat (12/9).

Isinya mengecam keras serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, menuntut mereka untuk melucuti senjata, membebaskan seluruh sandera, serta menyerukan aksi internasional guna menghentikan perang di Gaza.

Deklarasi New York secara resmi berjudul “Deklarasi tentang Penyelesaian Damai, Pertanyaan dan Implementasi Solusi Dua Negara”. Dokumen ini diprakarsai Arab Saudi dan Prancis, serta mendapat dukungan Liga Arab dan 17 negara anggota PBB lainnya.

Dalam resolusi, ditegaskan bahwa Hamas harus mengakhiri pemerintahannya di Gaza dan menyerahkan kendali kepada Otoritas Palestina di bawah pengawasan internasional. 

Peta jalan yang ditawarkan mencakup gencatan senjata, pengakuan kenegaraan Palestina, perlucutan senjata Hamas, hingga normalisasi hubungan Israel dengan negara-negara Arab.

Narasi resolusi ini terkesan memberikan solusi bagi Palestina tetapi hakikatnya ini merupakan sebuah kejahatan terhadap rakyat Palestina.

Pernyataan yang dikutip dari Arab News tersebut terkesan memojokkan Hamas dengan menganggap Hamas sebagai pelaku kejahatan perang padahal faktanya Hamas sebagai bagian dari Palestina sedang melakukan pembelaan terhadap rakyatnya sendiri yang selama ini telah dizalimi oleh Israel.

Israel-lah yang selama ini melakukan playing victim, seolah-olah Israel menjadi pihak yang menjadi korban padahal dia-lah penjahat sesungguhnya dalam menciptakan kekacauan dan kerusakan di Palestina.

Resolusi PBB yang terkesan akan memberikan kemerdekaan bagi Palestina dengan mengajukan konsep dua negara, hakikatnya bukan mengusir Israel dari bumi Palestina tetapi malah memberi tempat bagi penjajah artinya PBB meminta agar Palestina berbagi tempat dengan Israel. Sungguh tak masuk akal!

Padahal konsep dua negara ini bukan solusi bagi palestina karena konsep ini seperti orang yang dirampok rumahnya kemudian ketua RT dan tetangga di sekitarnya memberikan solusi bagi pemilik rumah tersebut untuk berbagi tempat dengan perampok, jelas ini suatu konsep yang konyol dan di luar nalar.

Fatalnya lagi resolusi ini diprakarsai oleh Arab Saudi dan didukung oleh Liga Arab yang seharusnya mereka membela Palestina untuk mengusir penjajah Israel dari bumi palestina. Ini jelas sebuah pengkhianatan terhadap rakyat Palestina dan kaum muslimin. Mengapa? karena resolusi ini bertujuan untuk menormalisasi hubungan Palestina dan Israel.

Padahal jelas-jelas Israel itu telah mencaplok alias merampok tanah Palestina secara ilegal dan sudah melakukan genosida pada rakyat Palestina. Bisa-bisanya mereka membuat resolusi untuk menormalisasi hubungan kedua negara tersebut dengan kedok untuk kemerdekaan rakyat Palestina. Sungguh ini merupakan kemerdekaan semu, bagai api jauh dari panggang.

Akar Masalah Palestina adalah Penjajahan

Akar masalah sesungguhnya yang terjadi di Palestina itu adalah penjajahan yang dilakukan oleh entitas Yahudi yang dibeking oleh Amerika. Maka, jangan keluar dari topik ini ketika membahas permasalahan Palestina karena jika keluar dari topik ini maka solusinya tidak akan pernah bisa menyelesaikan permasalahan Palestina.

Kalau akar permasalahannya itu penjajahan maka solusinya itu melakukan pengusiran terhadap penjajah dan melakukan jihad fii sabilillah bukan malah dibuat sebuah kesepakatan untuk saling berbagi dan menormalisasi hubungan.

Oleh karena itu, jangan lagi berharap pada PBB karena PBB itu hanya menjadi alat kepentingan bagi negara-negara Barat. PBB tidak layak menjadi wasit bagi kepentingan umat Islam dan keberadaannya tidak memberikan manfaat apapun bagi umat Islam.

Solusi Palestina: Jihad dan Khilafah

Solusi hakiki untuk membebaskan bumi Palestina dari penjajahan zionis Yahudi adalah jihad dan khilafah. Solusi ini harus terus didakwahkan ditengah-tengah kaum muslimin agar mereka paham dan memperjuangkan persatuan umat di bawah naungan khilafah yang akan membawa mereka menjadi umat yang kuat sehingga mampu untuk mengusir zionis Yahudi dari bumi Palestina.

Solusi inilah yang harus didukung penuh oleh kaum muslimin bukan konsep dua negara yang ditawarkan oleh PBB. Sudah bukan rahasia umum lagi kalau PBB didirikan oleh negara-negara yang mendukung kebijakan negara adidaya; Amerika.

Maka, sekali lagi berhadap solusi pada PBB ibarat pungguk merindukan bulan. Sudah saatnya umat bersatu dibawah naungan khilafah dan bersama-sama berjuang untuk membebaskan Palestina dari keberingasan zionis Yahudi laknatullah ‘alaih.[]

Oleh: Emmy Emmalya
(Analis Mutiara Umat Institute)

Opini

×
Berita Terbaru Update