Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pengamat Politik: Tiga Pandangan Penembakan Charlie Kirk

Minggu, 21 September 2025 | 18:11 WIB Last Updated 2025-09-21T11:14:29Z

TintaSiyasi.id -- Terkait penembakan politisi Amerika Charlie Kirk dalam acara debat publik di Utah Valley University, Amerika, pada 10 September 2025, Dr. Riyan menyampaikan tiga pandangannya.

 

“Begini tiga pandangan terkait penembakan yang menewaskan Charlie Kirk,” sebutnya di @Tiktok doktor.rian.

 

"Pertama, 33 jam setelah penembakan mati Charlie Kirk kepolisian Amerika menahan tersangka yang diduga menjadi pelaku penembakan tersebut namanya Tyler Robinson, 22 tahu. Polisi menduga motif penembakan berkaitan dengan kebencian," ujarnya.

 

Menurutnya, diberitakan bahwa di lokasi kejadian konon penyidik menemukan selongsong peluru bertuliskan "Anti Fasis dan Transgender" yang menjadi indikasi kuat bahwa aksi ini di dorong oleh kemudian sentimen politik.

 

"Kedua, kasus penembakan inii menambah daftar panjang insiden kekerasan bermotif politik di negeri Amarika Serikat. Dari presiden Abraham Lincoln, John F Kennedy, Martin Luther Kinh Jr. Malcom X, Donald Trump sendiri meskipun tidak sampai mati,” ulasnya.

 

Menurutnya, dari kasus di atas ini telah menjadi bukti nyata bahwa panggung politik demokrasi kapitalis yang berasaskan sekuler memisahkan agama dari kehidupanmu. “Khususnya di Amerika menyuburkan motivasi politik menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan," jelasnya.

 

"Ketiga, peristiwa ini mengirimkan pesan kuat bahwa harus ada alternatif panggung politik yang tidak menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan tujuan politiknya. Politik sejati sesungguhnya adalah mengatur urusan masyarakat di dalam dan di luar negeri," tambahnya.

 

Politik Islam

 

Jadi, Riyan menyebut, dengan aturan tertentu Islam mengatur politik sebagaimana mengatur ibadah salat, saum, zakat, dan haji.

 

“Standar perbuatan dalam Islam adalah halal haram. Tujuannya menggapai rida Allah Swt., dalam setiap tindakan termasuk di dalamnya politik,” tegsnya.

 

"Maka politik dalam Islam adalah mengatur urusan masyarakat di dalam dan di luar negeri dengan hukum Islam. Pemimpinnya itu adalah khalifah yang menerapkan hukum-hukum Islam berdasarkan Al-Quran dan sunah secara kaffah dan rakyat melakukan koreksi melalui amar makruf nahi mungkar," tutupnya.[] Eka

Opini

×
Berita Terbaru Update