TintaSiyasi.id -- Terkait penembakan politisi Amerika Charlie Kirk dalam acara debat publik di Utah Valley University, Amerika, pada 10 September 2025, Dr. Riyan menyampaikan tiga pandangannya.
“Begini tiga pandangan terkait
penembakan yang menewaskan Charlie Kirk,” sebutnya di @Tiktok doktor.rian.
"Pertama, 33 jam setelah
penembakan mati Charlie Kirk kepolisian Amerika menahan tersangka yang diduga
menjadi pelaku penembakan tersebut namanya Tyler Robinson, 22 tahu. Polisi
menduga motif penembakan berkaitan dengan kebencian," ujarnya.
Menurutnya, diberitakan bahwa di
lokasi kejadian konon penyidik menemukan selongsong peluru bertuliskan "Anti
Fasis dan Transgender" yang menjadi indikasi kuat bahwa aksi ini di dorong
oleh kemudian sentimen politik.
"Kedua, kasus penembakan
inii menambah daftar panjang insiden kekerasan bermotif politik di negeri
Amarika Serikat. Dari presiden Abraham Lincoln, John F Kennedy, Martin Luther
Kinh Jr. Malcom X, Donald Trump sendiri meskipun tidak sampai mati,” ulasnya.
Menurutnya, dari kasus di atas ini
telah menjadi bukti nyata bahwa panggung politik demokrasi kapitalis yang
berasaskan sekuler memisahkan agama dari kehidupanmu. “Khususnya di Amerika
menyuburkan motivasi politik menghalalkan segala cara dalam mencapai
tujuan," jelasnya.
"Ketiga, peristiwa ini
mengirimkan pesan kuat bahwa harus ada alternatif panggung politik yang tidak
menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan tujuan politiknya. Politik
sejati sesungguhnya adalah mengatur urusan masyarakat di dalam dan di luar
negeri," tambahnya.
Politik Islam
Jadi, Riyan menyebut, dengan aturan
tertentu Islam mengatur politik sebagaimana mengatur ibadah salat, saum, zakat,
dan haji.
“Standar perbuatan dalam Islam adalah
halal haram. Tujuannya menggapai rida Allah Swt., dalam setiap tindakan
termasuk di dalamnya politik,” tegsnya.
"Maka politik dalam Islam adalah
mengatur urusan masyarakat di dalam dan di luar negeri dengan hukum Islam.
Pemimpinnya itu adalah khalifah yang menerapkan hukum-hukum Islam berdasarkan
Al-Quran dan sunah secara kaffah dan rakyat melakukan koreksi melalui amar
makruf nahi mungkar," tutupnya.[] Eka
