TintaSiyasi.id -- Prof. Dr. Hamka adalah seorang ulama besar yang bukan hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga di dunia Islam internasional. Pemikirannya memadukan keilmuan agama, kebijaksanaan hidup, dan semangat modernitas. Bagi Hamka, pribadi yang luar biasa bukanlah mereka yang sekadar kaya, terkenal atau berkuasa, melainkan mereka yang memiliki budi luhur, iman kokoh, dan jiwa yang lapang.
1. Iman yang Teguh dan Ikhlas
Hamka menekankan bahwa pondasi utama manusia luar biasa adalah iman yang ikhlas dan teguh.
Dalam Tasawuf Modern, beliau menulis:
“Hidup tanpa iman adalah hidup tanpa pegangan. Seperti kapal tanpa nakhoda, yang akhirnya karam di tengah ombak kehidupan.”
Iman menjadikan seseorang tidak mudah goyah oleh kesulitan hidup, karena hatinya bergantung hanya kepada Allah.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, mereka itulah sebaik-baik makhluk.”
(QS. Al-Bayyinah: 7).
2. Akhlak yang Mulia
Bagi Hamka, kemuliaan manusia tidak diukur dari harta atau pangkat, tetapi dari akhlaknya. Dalam Lembaga Budi, Hamka menulis:
“Akhlak adalah bunga kehidupan. Tanpa akhlak, manusia akan kehilangan kemanusiaannya.”
Rasulullah Saw. bersabda:
“Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
(HR. Ahmad).
Pribadi yang luar biasa adalah yang mampu menjaga lisannya, menebar kasih sayang, menahan amarah, dan menjadi teladan bagi sekitarnya.
3. Ilmu yang Luas dan Terus Belajar
Hamka adalah sosok yang haus ilmu. Ia belajar dari ulama klasik, cendekiawan modern, dan bahkan penulis Barat. Baginya, ilmu adalah cahaya yang membuat seseorang bermanfaat.
“Ilmu yang sejati adalah ilmu yang mendekatkan manusia kepada Tuhannya, serta menjadikan hidupnya lebih berarti bagi sesama.”
(Hamka, Falsafah Hidup).
Rasulullah Saw. bersabda:
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).
Pribadi luar biasa adalah mereka yang rendah hati dalam mencari ilmu, lalu mengamalkannya demi kebaikan umat.
4. Jiwa yang Ikhlas dan Lapang
Hamka sering mengingatkan bahwa dunia penuh dengan cobaan, hinaan, dan pujian. Jika seseorang ingin menjadi pribadi luar biasa, ia harus memiliki jiwa yang ikhlas dan lapang, tidak mudah baper, tidak tenggelam dalam kesedihan, dan tidak sombong dalam keberhasilan.
Dalam Tasawuf Modern, beliau menulis:
“Hidup yang bahagia bukanlah hidup tanpa masalah, melainkan hidup yang mampu menerima masalah dengan lapang dada.”
Allah berfirman:
“Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya.”
(QS. At-Thalaq: 3).
5. Hidup untuk Memberi Manfaat
Hamka mengajarkan bahwa pribadi luar biasa adalah yang hidupnya bermanfaat bagi orang lain. Ia sering mengutip pepatah Arab:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia lain.”
Dalam Lembaga Hidup, Hamka menulis:
“Jangan biarkan hidupmu seperti lilin yang habis terbakar untuk dirinya sendiri, tetapi jadilah matahari yang memberi cahaya bagi dunia.”
Rasulullah Saw. bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.”
(HR. Ahmad).
Penutup: Jalan Menjadi Insan Luar Biasa
Lima rahasia menurut Hamka, yaitu iman yang teguh, akhlak mulia, ilmu luas, jiwa ikhlas, dan hidup bermanfaat, sejatinya adalah warisan besar Islam.
Menjadi pribadi luar biasa bukanlah tentang menjadi berbeda, melainkan menjadi lebih baik setiap hari. Hamka menutup pesan-pesannya dengan kalimat penuh makna:
“Hidup adalah sekali, dan mati sekali. Maka jadikanlah hidupmu sekali itu penuh arti.”
Semoga kita bisa menapaki jejak pemikiran Hamka, dan menjadi pribadi luar biasa yang dirindukan bumi dan diridhai langit.
Dr. Nasrul Syarif, M.Si.
Penulis Buku Gizi Spiritual dan Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo