Tintasiyasi.ID -- Cendekiawan Muslim Ustaz Ismail Yusanto (UIY) menyampaikan bahwa spirit Islam menjadi pendorong yang kuat untuk melawan penjajahan dan kezaliman.
"Jika ada spirit yang begitu kuat menjadi
pendorong untuk melawan penjajahan dan kezaliman itu tidak ada lain adalah
spirit Islam," tuturnya dalam program Focus to The Point dengan
tema Spirit Islam, Jihad, dan Kemerdekaan: Sejarah yang Disembunyikan! di
YouTube UIY Official, Selasa (19/08/2025).
Ia menyatakan, apalagi kalau kemudian faktanya penjajah
itu bukan hanya menguasai wilayah, mengeruk kekayaannya, tetapi juga
menyebarkan agama di dalamnya apa yang disebut glory dan gospel.
“Maka di situ ada semangat perlawanan juga terhadap
misi agama terhadap pemurtadan atau terhadap sesuatu yang bertentangan dengan
tauhid, maka lebih kuat lagi,” ujarnya.
"Makanya kalau kita perhatikan sejak dari jauh
sebelum kemerdekaan itu semua spirit perjuangan Islam. Spirit jihad, mulai dari
Cut Nyak Din, Pangeran Diponegoro, kemudian pada era Tuanku Imam Bonjol, itu kan
semua jihad. Pada era yang lebih maju lagi berdirilah Syarikat Dagang Islam.
Dengan tegas Indonesia merdeka melawan Belanda," terangnya.
Jadi jelas sekali brand itu bukan berhenti sampai di
situ, sebutnya, terus sampai ke perjuangan menjelang kemerdekaan di mana di
sana ada Hizbullah yang digerakkan oleh kaum santri. “Lalu ada peta yang
digerakkan oleh para ulama yang itu menjadi cikal bakal dari TKR, PKR, kemudian
menjadi cikal bakal dari TNI,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, Islam itu mempunyai peranan yang
sangat besar dan ketika kemerdekaan sudah didapat lalu Belanda ingin masuk lagi Indonesia memonceng tentara NICA.
Di situ Bung Karno bertanya kepada K. H. Hasim
Asya'ari, "Apa yang harus di lakukan? Lawan dan tidak boleh diam. Mengapa?
Karena mereka akan merebut kemerdekaan. Mereka menyerang kita. Kalau menyerang
kita, kita harus balas. Tidak boleh tinggal diam.”
Ia menegaskan bawa itulah jihad difa’i, jihad
mempertahankan diri selain jihad ofensif. “Jadi jelas sekali basis teologinya
itu ada dan basis teologi itu dia berotak akar pada tauhid,” tandasnya.
"Tauhid itu yang membawa semangat, keberanian
luar biasa, tidak takut mati. Karena kematian itu bagi seorang Muslim dalam
melawan kezaliman itu adalah syahid," pungkasnya.[] Rina
