Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kelaparan Massal di Gaza, UIY: Inilah Bukti Betapa Pentingnya Persatuan Umat

Kamis, 07 Agustus 2025 | 21:11 WIB Last Updated 2025-08-07T14:11:42Z

TintaSiyasi.id -- Merespons kelaparan massal yang saat ini sedang terjadi di Gaza, Cendikiawan Muslim Ustaz Ismail Yusanto (UIY) menyampaikan Inilah bukti betapa pentingnya persatuan umat, itulah yang membuat umat menjadi kuat.

"Inilah bukti untuk kesekian kali betapa pentingnya persatuan umat. Persatuan umat itulah yang membuat Umat Islam menjadi kuat," tuturnya dalam program Focus To The Point: Mengerikan! Gaza Diambang Kelaparan Massal dikanal YouTube UIY Official, Senin (4/8/2025).

Menurutnya, tanpa adanya persatuan, sekadar membuka pintu Rafah saja tidak mampu dilakukan. 

"Persatuan itu terjadi jika kita bisa mewujudkan dua syarat sekaligus, yaitu institusi pemersatu umat (khilafah) Dan pemimpin yang menyatukan umat (khalifah). Karena itu, umat Islam harus kesana arah perjuangannya. Sebab kalau tidak mengarah kesana, itu tak ubahnya kita ini terus memelihara persoalan dan terus akan menanggung banyak sekali penderitaan sebagaimana yang terjadi pada saudara kita di Gaza," paparnya. 

Sebagaimana diketahui, jelasnya, sejak bulan Maret 2025 pintu Rafah ditutup, mobil truk bantuan hanya diizinkan masuk ke Gaza sekitar 20 hingga 28 truk dalam sehari dari idealnya 600 truk. 

"Jelas ini sebuah kejahatan luar biasa. Begitu truk itu masuk, orang-orang berkerumun memperebutkan bantuan, tak jarang kemudian ditembaki. Ini sebuah kekejian yang luar biasa," ungkapnya.

Menurutnya, yang patut disalahkan atas kondisi ini, yakni pemerintah Netanyahu serta Amerika yang ngotot tidak mengizinkan pintu Rafah dibuka dan penguasa disekitar wilayah Gaza, terutama Mesir.

"Karena pintu Rafah itu menghubungkan antara wilayah Gaza dan Mesir yang notabene keduanya sama-sama wilayah Islam. Aneh, ibaratnya kita punya rumah, disitu ada pintu yang menghubungkan kamar kita dengan ruang tengah, tetapi kita tidak punya kewenangan sama sekali untuk membuka pintu itu dan harus izin Tel Aviv dan Washington, dan mau tunduk gitu," ujarnya.

Ia menuturkan, kondisi Gaza saat ini juga menjadi bukti terjadinya genosida yang nyata.

"Mereka melakukan seluruh cara untuk menghabisi penduduk Gaza. Dari cara yang paling keras seperti membom sampai cara yang sangat halus, yaitu menyetop bantuan, membuat kelaparan dan mati pelan-pelan. Intinya, mereka menginginkan penduduk Gaza habis. Lalu dengan cara itu mereka akan menguasai dan tercapailah mimpi lama mereka yaitu berdirinya Israel Raya," pungkasnya.[] Tenira

Opini

×
Berita Terbaru Update