TintaSiyasi.id -- Di tahun ke 80 dinyatakan merdeka, namun berbagai bukti masih menunjukkan bahwa Indonesia masih terjajah.
"80 tahun sudah Indonesia merdeka namun mari kita jujur bertanya apakah bangsa ini benar-benar merdeka? Faktanya berbagai bukti masih menunjukkan kita dijajah hingga hari ini," ungkapnya di akun Instagram RayahTV, Kamis (21/8/2025).
Ia menambahkan, lihatlah kekayaan alam Indonesia, gunung emas di Papua terus digali Freeport, ladang minyak dan gas dikuasai Exxonmobil dan perusahaan asing lainnya. Semua itu dilegalkan melalui undang-undang buatan negeri ini sendiri bukankah ini bentuk nyata negeri ini masih terjajah.
"Tidak hanya ekonomi, dibidang hukum kita masih memakai warisan hukum Belanda yang sekuler, dibidang sosial budaya generasi muda dicekoki ide liberal pergaulan bebas, LGBT, hingga judi online yang merusak masyarakat, dalam politik sistem demokrasi membuka pintu lebar-lebar bagi kepentingan asing, banyak undang-undang lebih berpihak pada modal asing daripada rakyat sendiri," paparnya.
Inilah hakikat penjajahan modern. Meski visi negera merdeka, tetapi ideologi kapitalisme sekuler masih menancap. Selama umat ini masih tunduk pada sistem buatan manusia tersebut sejatinya belum merdeka.
Sangat sekali berbeda dengan Islam. Islam menegaskan kemerdekaan hakiki adalah ketika manusia hanya menghamba kepada Allah SWT, berhenti dari ketundukan terhadap sistem buatan manusia.
"Dan jalan itu hanya bisa ditempuh dengan kembali menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam naungan khilafah hanya dengan itulah Indonesia benar-benar merdeka berdaulat dan penuh berkah," pungkasnya. [] Alfia Purwanti