Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Guru Bukan Beban Negara, Pejabat Korup Adalah Penghancur Bangsa

Selasa, 26 Agustus 2025 | 04:57 WIB Last Updated 2025-08-25T22:16:53Z
Tintasiyasi.ID -- Pendahuluan

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati guru. Pendidikan adalah jantung peradaban, dan guru adalah nadi yang mengalirkannya. Namun, di tengah realitas sosial-politik hari ini, sering kali muncul narasi yang keliru: seolah-olah kesejahteraan guru dianggap sebagai beban keuangan negara. Padahal, yang justru menjadi beban dan bahkan penghancur negara adalah praktik korupsi yang dilakukan oleh sebagian pejabat yang tidak amanah.

Islam mengajarkan kita untuk menghormati ilmu dan para pengembannya. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

Guru sebagai pengemban ilmu, baik di sekolah maupun pesantren, sejatinya adalah penerus perjuangan para nabi. Maka melecehkan guru sama saja dengan melecehkan ilmu, dan mengabaikan pendidikan sama dengan menutup jalan peradaban.

Guru: Penopang Peradaban, Bukan Beban

Guru adalah sosok yang melahirkan generasi. Tidak ada presiden, menteri, pejabat, bahkan ulama sekalipun yang tidak melewati tangan guru. Pendidikan adalah investasi jangka panjang, bukan pengeluaran sia-sia.

Seorang guru mungkin tidak menghasilkan keuntungan finansial langsung, tetapi dari ilmunya lahir para dokter yang menyelamatkan nyawa, para insinyur yang membangun negeri, serta para pemimpin yang menentukan arah bangsa.

Al-Qur’an menegaskan pentingnya ilmu:

"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat." (QS. Al-Mujādalah: 11)

Negara yang memuliakan guru berarti sedang meninggikan derajat bangsanya sendiri.

Pejabat Korup: Penghancur Negara

Sebaliknya, pejabat yang korup adalah racun bagi bangsa. Mereka mengkhianati amanah rakyat, merampas hak masyarakat, dan menghancurkan masa depan generasi.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Tidaklah seseorang diangkat sebagai pemimpin atas suatu kaum, lalu ia mati dalam keadaan menipu rakyatnya, kecuali Allah haramkan surga baginya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Korupsi adalah pengkhianatan terbesar terhadap rakyat. Jika dana pendidikan, kesehatan, dan pembangunan diselewengkan, maka hancurlah sendi-sendi negara. Tidak ada investasi yang lebih merusak daripada korupsi.

Refleksi: Jalan Menuju Bangsa Bermartabat

Bangsa yang ingin maju harus membalik paradigma: bukan melihat guru sebagai beban, tetapi sebagai pilar utama. Dan bukan memandang pejabat sebagai penguasa, tetapi sebagai pelayan rakyat yang harus diawasi amanahnya.

Guru harus dimuliakan, diberi kesejahteraan yang layak, serta ruang untuk terus meningkatkan kompetensinya.

Korupsi harus diberantas, karena ia adalah kezaliman struktural yang melumpuhkan potensi bangsa.

Masyarakat harus sadar, bahwa menghormati guru dan menolak korupsi adalah dua sisi mata uang yang sama: jalan menuju bangsa yang bermartabat.

Penutup

Guru bukanlah beban negara. Justru merekalah penerang yang menyelamatkan bangsa dari kegelapan. Sedangkan pejabat yang korup adalah beban sekaligus penghancur bangsa.

Muliakan guru, karena dari merekalah lahir generasi penerus. Tegakkan hukum atas korupsi, karena dari sanalah lahir keadilan dan masa depan yang bersih.

Sebagaimana pepatah bijak mengatakan:
"Jika engkau ingin melihat masa depan suatu bangsa, lihatlah bagaimana mereka memperlakukan gurunya dan bagaimana mereka memerangi korupsinya."

Oleh. Dr. Nasrul Faqih Syarif H., M.Si. (Sekjen Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa)

Opini

×
Berita Terbaru Update