Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Aktivis Malaysia Sebut Ada Enam Potensi Umat Islam Perlu Disatukan Kembali

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:38 WIB Last Updated 2026-10-31T11:38:50Z

TintaSiyasi.id — Aktivis Muslimah Malaysia Farisha Aris mengungkapkan ada enam potensi umat Islam yang perlu disatukan kembali. “Ada enam potensi umat Islam yang perlu disatukan kembali,“ terangnya dalam program Open Circle Muslimah bertajuk Krisis Hormuz: Kelebihan atau Kelemahan.

 

Pertama, Islam sebagai ideologi yang menjadi landasan kukuh dalam mengatur kehidupan manusia secara menyeluruh.

 

"Islam itu sebagai ideologi, itu adalah satu landasan kekuatan yang teguh, yang kukuh. Islam bukan hanya agama ritual semata-mata, tetapi menjadi sistem kehidupan yang sempurna, maksudnya dapat mengatur segala aspek kehidupan," katanya, Sabtu (17/10/2026).

 

"Ketika adanya kekhilafahan, umat Islam dalam keadaan terbela dan sejahtera disebabkan mengambil Islam itu sebagai ideologi yang sempurna, mengambil Islam secara kaffah," imbuhnya.

 

Kedua, ukhuwah islamiah atau kesatuan umat yang masih belum dimanfaatkan sepenuhnya akibat ikatan negara-bangsa dan nasionalisme.

 

"Itulah yang menjadi permasalahan sekarang. Umat Islam ini sangat sulit untuk bersatu. Masing-masing menjaga negara masing-masing tanpa menghiraukan saudara seakidah di tempat lain. Padahal itu adalah potensi yang sangat besar, ukhuwah itu harus diwujudkan," tegasnya.

 

Ketiga, jumlah populasi Muslim yang besar. “Satu lagi adalah sumber daya manusia ataupun populasi Muslim ini sangat banyak. Banyak yang dapat dimanfaatkan daripada tenaga kerja produktif untuk kepentingan kaum Muslimin," jelasnya.

 

Keempat, kedudukan geopolitik negara-negara Muslim yang mencakup jalur maritim dan kawasan strategis yang menjadi tumpuan perdagangan dunia.

 

"Geopolitik yang menguasai jantung dunia. Selat-selat, terusan, tempat-tempat jalur maritim, tempat strategis dan juga jalur yang menjadi tumpuan semua orang, dan sebenarnya kalau umat Islam dapat menguasainya, maka itu memberikan manfaat yang besar kepada kaum Muslimin," katanya.

 

Kelima, sumber daya alam (SDA) yang dapat membantu negara-negara Muslim mencapai kemandirian.

 

"SDA juga potensi yang ada pada kaum Muslim yang dapat menyebabkan kaum Muslim ini dapat mandiri dari segi ekonomi, kekuasaan. Kita dapat membuat sendiri semuanya, contoh pasokan makanan. Maksudnya, dapat tidak bergantung kepada dunia luar ataupun kepada penjajah ataupun kepada Barat," ujarnya.

 

Ia mencontohkan pentingnya kemandirian dengan melihat situasi Iran. "Iran pernah menghadapi sanksi ekonomi daripada AS. Tetapi disebabkan mereka ini berusaha untuk berdiri sendiri. Maksudnya, ketika ada sanksi, ia masih dapat hidup," ulasnya.

 

Seterusnya, ia mengajak peserta berpikir, seandainya Iran bergantung sepenuhnya pada negara luar, hal itu akan menjadi permasalahan besar baginya ketika menghadapi perlawanan dengan AS.

 

Keenam, faktor kekuatan militer. “Kekuatan militer gabungan, negara-negara kaum Muslim ini kalau sekarang kita lihat memang memiliki kekuatan dari segi militer, Mesir, Iran sendiri, Pakistan dan beberapa negara lain juga yang memang memiliki kekuatan, namun tidak disatukan sebagai kekuatan bersama," sebutnya menyayangkan.

 

Bagaimanapun, Farisha menegaskan bahwa keberadaan semua potensi itu belum mencukupi sekiranya umat Islam terus terpecah dan kekuatan tersebut tidak dimanfaatkan secara bersama.

 

"Jadi inilah yang sepatutnya kita lakukan, umat Islam lakukan, yaitu kekuatan umat Islam itu mesti dikembalikan sebab memang sudah ada. Kekuatan itu sudah ada tetapi tidak dimanfaatkan," tegasnya.[] Aliya Ab Aziz

Opini

×
Berita Terbaru Update