Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Sumpah Tidak Boleh Menjadi Penghalang bagi Kebaikan

Selasa, 29 September 2026 | 18:06 WIB Last Updated 2026-09-29T11:06:40Z


TintaSiyasi.id -- Aktivis Muslimah Malaysia Husna Suriani mengingatkan umat Islam agar tidak menjadikan sumpah sebagai penghalang bagi kebaikan dan upaya mendamaikan hubungan antarmanusia.

 

“Islam memelihara hubungan manusia dengan Allah Swt., serta memelihara kesucian nama-Nya, serta memastikan setiap sumpah dan ucapan itu tidak menjadi sebab terhalangnya kebaikan, rusaknya hubungan antarmanusia ataupun terjadinya kezaliman dalam institusi keluarga,” katanya.

 

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Islam mengajarkan manusia agar menjadi orang yang bertakwa dengan mengembalikan setiap perselisihan kepada panduan Allah dan Rasul.

 

“Jadi, Al-Qur’an membimbing manusia agar setiap tindakan kita dilakukan atas dasar ketakwaan. Kembalikan kepada Allah, bukan dipandu oleh hawa nafsu ataupun kepentingan pribadi,” katanya ketika mengupas Surah al-Baqarah ayat 224 hingga 227 dalam program Siri Tadabbur Ayat Al-Quran Pilihan bertajuk Indahnya Hidup Bersyariat - Sumpah Bukan Mainan, pada Sabtu (19/9/2026) di kanal YouTube Fikratul Ummah.

 

Ia menjelaskan, terdapat tiga perkara yang tidak boleh dihalangi oleh sumpah, yaitu melakukan kebaikan (al-birr), ketakwaan kepada Allah, dan upaya mendamaikan hubungan antarmanusia.

 

“Semua kebaikan itu harus kita utamakan daripada mempertahankan sumpah yang terlanjur diucapkan tadi,” katanya.

 

Menurutnya, seseorang juga perlu mendahulukan perintah Allah dan meninggalkan perkara yang dilarang meskipun terdapat sumpah yang pernah diucapkan.

 

“Jangan bersumpah mengatakan, Allah melarang minum arak tetapi dia bersumpah, ‘Sumpah aku mau minum arak.’ Tidak boleh begitu. Hal yang dilarang itu harus ditinggalkan,” tegasnya.

 

Ia turut mengingatkan umat Islam agar tidak mengucapkan sesuatu secara sembarangan karena setiap ucapan akan dipertanggungjawabkan.

 

“Kita harus bertanggung jawab atas setiap apa yang kita ucapkan dengan lisan kita. Tidak boleh seenaknya mengucapkan kata-kata begitu saja. Itulah yang ingin dikatakan, anak Adam itu tidak tergelincir, akan diperhitungkan hisabnya. Sekecil apa pun akan diperhitungkan, apalagi apa yang keluar dari mulutnya,” ujarnya mengingatkan.

 

Husna turut menjelaskan bahwa Allah membedakan antara sumpah yang diucapkan tanpa sengaja dengan sumpah yang benar-benar lahir dari niat seseorang.

 

Selanjutnya, ia menguraikan Surah al-Baqarah ayat 225, “Allah tidak akan menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah kamu yang tidak disengaja, yakni yang laghw, tetapi Dia menghukum kamu disebabkan apa yang diusahakan oleh hati-hati kamu.”

 

Menurutnya, Islam mempertimbangkan niat seseorang dalam menilai sumpah yang diucapkan. Oleh karena itu, kesadaran bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui seharusnya mendorong seseorang untuk lebih berhati-hati ketika mengucapkan sumpah karena Islam sangat memuliakan nama-Nya.

 

Ia menekankan, “Islam sangat memuliakan nama Allah sehingga sumpah dengan nama Allah jangan dipermainkan.”

 

Selanjutnya, ia mengingatkan bahwa sumpah tetap tunduk pada hukum syariat dan tidak boleh dipertahankan apabila menyebabkan seseorang meninggalkan kewajiban atau kebaikan.

 

“Islam tidak mengajarkan seseorang berpegang pada sumpah secara membabi buta. Ada ajaran yang dijelaskan dalam Islam. Nilai sumpah itu merupakan sesuatu yang dinilai dan tunduk kepada hukum syariat,” katanya.

 

“Nama Allah adalah pendorong bagi kita untuk melakukan kebaikan, ketakwaan dan perdamaian antarmanusia,” simpulnya.[] Aliya Ab Aziz

Opini

×
Berita Terbaru Update