Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Dua Akar Masalah Terbatasnya Cinta kepada Rasulullah SAW

Kamis, 24 September 2026 | 11:44 WIB Last Updated 2026-09-24T04:46:43Z
TintaSiyasi.id -- Pengisi Kajian Muslimah Ustadzah Ulfa Yuliani menegaskan, setidaknya ada dua akar masalah utama bergesernya cinta sejati kepada Rasul Saw. menjadi sangat terbatas. 

Hal tersebut disampaikannya dalam Kajian Muslimah Tematik Mencintai Nabi, Meneladani Risalah Rasulullah, Ahad (14/5/2026) di Depok.

Adapun kedua akar masalah tersebut yakni: Pertama, pemahaman yang terbelah (sekularisme), yaitu adanya pemisahan antara agama dan tata kehidupan masyarakat. “Agama Islam dipersempit seolah-olah hanya mengatur aspek ritual ibadah dan moral semata, sementara urusan publik, hukum, dan tata kelola kehidupan dipisahkan dari aturan Islam,” ujarnya di hadapan puluhan peserta.

Kedua, kurang utuh memahami sirah, dengan ketidakpahaman sebagian besar umat terhadap Sirah Nabawiyah secara utuh dan menyeluruh. “Banyak yang tidak menyadari bahwa Rasulullah Saw., tidak hanya mengajar cara shalat dan berakhlak, tetapi juga membawa risalah sempurna yang mengatur seluruh tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” jelasnya.

Menurutnya, dampak dari sekularisme dan pemahaman sirah yang terpotong ini melahirkan bentuk cinta yang terbatas. “Umat mengaku mencintai Rasulullah Saw., tetapi ketaatan dan keteladanan berhenti hanya pada batas sajadah, akhlak pribadi, dan urusan domestik saja,” terangnya.

Padahal, ungkapnya, bukti kebenaran cinta seorang hamba kepada Allah dan Rasul-Nya adalah ketaatan dan ketundukan secara total, sebagaimana firman Allah Swt., dalam surah Ali Imran ayat 31 dan Surah Al-Hasyr ayat 7. “Kita diperintahkan untuk mengambil dan menerapkan seluruh apa yang dibawa dan diperintahkan oleh Rasulullah Saw.,” sebutnya.

Ia pun menegaskan, momentum mengenang Rasulullah Saw., seharusnya melahirkan pertanyaan reflektif dalam diri kita masing-masing. “Jika kita mengaku mencintai Rasulullah Saw., apakah kita hanya mau mengikuti beliau dalam hal-hal yang mudah dan sesuai dengan kebiasaan atau hawa nafsu kita saja?  Ataukah kita siap meneladani dan menerapkan seluruh risalah yang beliau bawa secara menyeluruh dalam kehidupan?” tanyanya. [] Ayyuhanna Widowati

Opini

×
Berita Terbaru Update