Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Dr. Huda: Jadilah 'Game Changer ' Bukan Sekadar 'Main Character'

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49 WIB Last Updated 2026-08-03T04:49:30Z

TintaSiyasi.id -- Aktivis Muslimah Malaysia Dr. Huda Anas menegaskan bahwa generasi muda perlu menjadi 'Game Changer' (pengubah keadaan) yang membawa manfaat bagi kebangkitan umat, bukan hanya 'Main Character’ (watak utama) dalam kehidupan mereka sendiri.

 

"Jangan sampai kita terjebak menjadi main character dalam kisah hidup kita sendiri. Jadilah game changer yang membawa manfaat dan menjadi bagian dari kebangkitan umat," ujarnya dalam Talkshow 'Be An Amazing Ummah’ di Putrajaya, Sabtu (04/07/2026).

 

Menurutnya, cara berpikir yang menempatkan diri sendiri sebagai watak utama (main character) dalam hidup lahir dari sikap individualistis yang menyebabkan seseorang memprioritaskan kepentingan sendiri di atas kepentingan orang lain.

 

"Cara berpikir ini lahir dari sikap individualistis hingga lupa bahwa mereka juga bagian dari masyarakat. Akibatnya, generasi muda menghindari memikirkan masalah orang lain, dan bahkan menganggap masalah komunitas sebagai beban tambahan," jelasnya.

 

Ia menambahkan bahwa tekanan hidup seperti tuntutan pekerjaan, masalah keuangan, krisis keluarga, dan tantangan belajar telah menyebabkan banyak anak muda memilih untuk hanya mengurusi hidup mereka sendiri.

 

"Mereka berpikir, 'Aku mengurusi hidupku, kamu mengurusi hidupmu'. Mereka tidak lagi ingin tahu tentang urusan orang lain," katanya.

 

Dr. Huda mengatakan, sejarah telah membuktikan bahwa kaum muda telah memainkan peran utama dalam kebangkitan Islam sejak zaman Nabi Muhammad saw..

 

"Banyak sahabat terdahulu memeluk Islam ketika mereka berusia 8, 10, 15, dan 18 tahun. Mereka menerima Islam ketika masih muda dan akhirnya menjadi kontributor utama bagi kebangkitan umat Islam," katanya.

 

Ia mengatakan bahwa para sahabat memeluk Islam di usia muda karena mereka peka terhadap kerusakan sosial yang terjadi di masyarakat Quraisy.

 

"Kepekaan terhadap kondisi sekitar inilah yang mendorong mereka untuk memikul tanggung jawab dakwah dan turun ke tengah masyarakat serta menjadi agen perubahan, bukan hanya memikirkan kepentingan pribadi mereka sendiri," jelasnya.

 

Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital saat ini harus dimanfaatkan oleh generasi muda untuk mendidik masyarakat dan berkontribusi pada pembangunan komunitas.

 

"Umat Islam perlu memanfaatkan peluang yang ada untuk menjadi influencer (pemengaruh) yang memberikan kesadaran dan membentuk cara berpikir masyarakat, bukan hanya menggunakan platform media sosial untuk hal-hal yang tidak bermanfaat," tegasnya.

 

Ia menyimpulkan bahwa individu bukanlah entitas terpisah dari masyarakat, melainkan bagian dari umat yang memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing.

 

"Amazing ummah tidak akan dibangun melalui individu-individu yang hanya mengejar kesuksesan pribadi, melainkan lahir dari generasi yang memiliki ambisi tinggi (himmah 'aliyah) untuk memberikan ide, energi, dan kepakaran demi kemaslahatan umat," simpulnya.[] Hidayah Muhammad

Opini

×
Berita Terbaru Update