Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Syukur yang Mengundang Rezeki dan Hijrah yang Membuka Pintu Keberkahan

Senin, 29 Juni 2026 | 04:18 WIB Last Updated 2026-06-28T21:18:45Z
TintaSiyasi.id -- "Syukur bukan sekadar ucapan, tetapi cara hidup. Hijrah bukan sekadar perpindahan, tetapi jalan menuju pertolongan Allah."

Imam Junaid al-Baghdadi berkata: "Syukur adalah menggunakan nikmat-nikmat Allah bukan untuk bermaksiat kepada-Nya, melainkan untuk menaati-Nya."
Sementara Ath-Thabari menjelaskan bahwa: "Di antara sebab-sebab yang menarik rezeki adalah hijrah di jalan Allah."

Dua nasihat emas ini mengajarkan bahwa keberkahan hidup memiliki dua kunci utama: syukur dan hijrah.

Syukur yang Hakiki
Banyak orang mengira syukur cukup dengan mengucapkan "Alhamdulillah." Padahal, syukur yang sejati adalah membuktikan rasa terima kasih kepada Allah melalui amal.
Mata digunakan untuk membaca Al-Qur'an, bukan melihat yang haram.
Lisan dipakai untuk berzikir, berdakwah, dan berkata benar, bukan berdusta atau menggunjing.
Harta dimanfaatkan untuk sedekah, membantu sesama, dan menegakkan agama Allah, bukan untuk kemaksiatan. Ilmu dipergunakan untuk memberi manfaat, bukan untuk kesombongan.

Inilah syukur yang menghidupkan nikmat. Allah berfirman: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepadamu." (QS. Ibrahim: 7)
Tambahan nikmat bukan hanya berupa harta, tetapi juga kesehatan, ketenangan hati, ilmu yang bermanfaat, keluarga yang saleh, serta kehidupan yang penuh keberkahan.

Hijrah sebagai Magnet Rezeki
Hijrah bukan hanya berpindah tempat. Hijrah juga berarti meninggalkan dosa menuju taat, meninggalkan kemalasan menuju kerja keras, meninggalkan kezaliman menuju keadilan, dan meninggalkan cinta dunia yang berlebihan menuju cinta kepada Allah.
Orang yang berhijrah demi Allah tidak akan kehilangan apa pun. Justru Allah menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.

Allah berfirman: "Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak." (QS. An-Nisa': 100)

Rezeki tidak hanya berupa uang. Rezeki juga berupa iman yang kokoh, sahabat yang saleh, keluarga yang harmonis, kesehatan, kesempatan beramal, dan hati yang dipenuhi ketenangan.

Renungan Sufistik
Kemaksiatan menghalangi cahaya keberkahan, sedangkan ketaatan membuka pintu langit.
Nikmat yang tidak disyukuri dapat berubah menjadi istidraj (kenikmatan yang menjerumuskan). Sebaliknya, nikmat yang digunakan untuk taat akan menjadi kendaraan menuju ridha Allah.
Hijrah yang paling agung adalah hijrahnya hati: dari riya' menuju ikhlas, dari sombong menuju tawaduk, dari cinta dunia menuju cinta kepada Allah.

Penutup
Mari jadikan setiap nikmat sebagai jalan ibadah, bukan jalan maksiat. Jadikan setiap langkah hijrah sebagai ikhtiar mendekat kepada Allah.
Syukur menjaga nikmat. Hijrah mengundang keberkahan. Ketaatan membuka pintu rezeki. Dan ridha Allah adalah tujuan tertinggi kehidupan seorang mukmin.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang pandai bersyukur, istiqamah dalam berhijrah, dilimpahi rezeki yang halal, luas, berkah, serta diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Dr. Nasrul Syarif, M.Si.
Sekjen Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa

Opini

×
Berita Terbaru Update