Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Muharram dan Seruan Hijrah Menuju Khairu Ummah

Minggu, 28 Juni 2026 | 17:51 WIB Last Updated 2026-06-28T10:51:04Z

Tintasiyasi.id.com -- Satu tahun berlalu, kini kita memasuki tahun yang baru. 1 Muharram yang senantiasa diperingati oleh umat muslim di seluruh dunia. Momen pergantian tahun ini adalah momen yang sangat penting bagi umat muslim. Ia bukan sekedar perubahan angka, melainkan sebuah harapan baru.

Nasaruddin Umar selaku Menteri Agama mengatakan bahwa momen ini adalah momen kita untuk hijrah dari perpecahan menuju persatuan, dari apatis menuju kepedulian, dan dari orientasi pada kepentingan pribadi menuju pengabdian yang lebih luas bagi masyarakat, bangsa dan kemanusiaan (suarasurabaya.net 15-6-2026).

Dalam kesempatkan lain, A. Rusdiana selaku Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyatakan bahwa Muharram mengajarkan bahwa hijrah adalah proses kehidupan yang menyeluruh, yang diawali dengan muhasabah diri, pembangunan sosial optimisme yang diarahkan menuju pembangunan peradaban yang berkeadilan (kemenag.go.id 15-6-2026).

Kalender Hijriyah adalah sistem penanggalan berdasarkan peredaran bulan atau qamariyah. Adapaun 1 Hijriyah ditetapkan ketika masa Khalifah Umar bin Khattab.

Sebelum adanya penetapan kalender hijriyah, orang-orang arab tidak memiliki angka tahun yang baku. Mereka hanya menamai tahun berdasarkan peristiwa besar yang ada pada masa tersebut. Misalnya tahun gajah, adalah tahun dimana pasukan gajah Abrahah menyerang ka'bah.

Adapun penetapan 1 Hijriyah oleh Khalifah umar didasarkan pada peristiwa hijrahnya Rasulullah, karena merupakan awal titik pembangunan masyarakat Islam. Kala itu Rasulullah dan para sahabat hijrah bukan sekedar untuk mencari tempat yang lebih aman dan nyaman, melainkan berjuang keras untuk menjadikan Islam sistem kehidupan dan menyebar lebih luas ke berbagai negeri.

Saat ini hijriyah sudah memasuki tahun ke 1448. Artinya sudah 1448 yang lalu Rasulullah SAW. hijrah dari Makkah ke Madinah. Namun spirit perjuangannya tidak pernah madam, melainkan tetap tertanam pada diri umat muslim. 

Momen tahun baru adalah momen muhasabah dan refleksi, sebagaimana Allah sampaikan dalam QS. Al-Hasyr ayat 18. Bahwasanya orang yang beriman adalah yang senantiasa memperhatikan apa yang telah dilakukan sebagai bahan pertimbangan untuk esok hari. 

Barang siapa yang mengindera kerusakan, pasti menginginkan perubaan! Apabila kita cermati kondisi umat muslim hari ini sungguh jauh dari apa yang dahulu diperjuangkan oleh Rasulullah dan para sahabat, serta gambaran yang Allah sampaikan dalam QS. Ali Imran ayat 110 sebagai umat terbaik.

Setiap orang yang sadar pasti dapat mengindera bagaimana kondisi umat muslim hari ini. Dalam sebuah jurnal berjudul "Kesejahteraan Masyarakat di Negara-negara Islam" dinyatakan bahwa mayoritas negara muslim masih 'lemah' dalam menyejahterakan masyarakat. 

Selain itu banyak umat muslim mengalami penindasan dan pertumpahan darah. Nyawa kaum muslimin yang dalam Islam sangat berharga, hari ini begitu tidak berharga dihadapan para kafir penjajah.

Gaza terus di bombardir, generasi semakin rusak, kemuliaan umat semakin terkikis. Sementara itu, para pemimpin negeri-negeri muslim masih tunduk dalam kekuasaan tangan tiran kafir penjajah. Lantas, apakah kita akan diam dan menetap dalam kondisi ini?

Peristiwa hijrah mengajarkan kita bahwa yakin terhadap pertolongan Allah bukanlah diam, melainkan senantiasa berjuang dalam kesabaran dan pengorbanan. Perjuangan yang mampu membawa kaum muslimin menjadi khoiru ummah, hingga menjadi mercusuar dunia.

Bergantinya tahun adalah doa, harapan dan perjuangan. Doa yang senantiasa kita langitkan sebagai bentuk pengharapan. Dan perjuangan, sebagai ikhtiar dalam mewujudkan harapan. Ingatlah terhadap janji Allah, bahwa setelah kesulitan akan ada kemudahan (QS. Al-Insyirah ayat 5-6). 

Maka setelah pengorbanan, akan ada kemenangan. Kemenangan yang mampu membawa umat pada kemuliaan, yakni dengan tegaknya Daulah Khilafah. Maka, kepada seluruh kaum muslimin, mari jadikan momen tahun baru 1448 ini muhasabah dalam rangka mengukir strategi baru.

Strategi perjuangan yang mampu mengantarkan kita pada khoiru ummah, yakni penerapan Islam Kaffah yang membawa berkah. 
"Dan orang-orang yang berjihad (berjuang) untuk (mencari keridhoan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan Kami" (QS. Al-Ankabut:69)
Wallahu A'lam Bishshowwab.[]

Oleh: Firdayanti Solihat
(Aktivis Muslimah)

Opini

×
Berita Terbaru Update