Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Inilah Potensi Besar Dunia Islam jika Bersatu dalam Satu Kekuatan Ekonomi dan Politik

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:09 WIB Last Updated 2026-05-22T07:09:40Z

TintaSiyasi.id -- Pengamat Politik Internasional Budi Mulyana, menjelaskan potensi besar dunia Islam jika bersatu dalam satu kekuatan ekonomi dan politik.

"Sebenarnya seberapa besar dan kuat potensi sumber daya manusia, militer sumber daya alam dari umat Islam, jika mereka bersatu dalam satu kekuatan ekonomi dan satu kekuatan politik," ungkapnya di akun TikTok Budi Mulyana, Selasa, (19/5/2026).

Ia mengatakan, jika dikalkulasi secara kolektif potensi dunia islam bukan hanya mampu menyaingi Amerika Serikat tetapi berpotensi menjadi poros utama dunia hyper power.

Pertama, dari aspek sumber daya alam, Dunia Islam menguasai lebih dari 60 persen cadangan minyak bumi dunia, dan 40 persen cadangan gas. Selain itu juga dunia Islam memiliki potensi mineral yang luar biasa.

Kedua, dari aspek geopolitik. Dunia Islam memiliki apa yang disebut sebagai choke point (titik-titik) selat laut yang sangat strategis, yang selama ini digunakan untuk pelayaran arus logistik dan perdagangan dunia.

Ia mencontohkan, ada Selat Gibraltar di Afrika Utara, Selat Bosphorus dan Dardanella di Turki, l Terusan Suez di Mesir, Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah, Selat Hormuz, di belahan Timur ada Selat Malaka yang di situ Indonesia, Malaysia dan Singapura ada di sekitar selat tersebut.

"Jika semua choke point ini dikelola oleh satu pintu kekuatan dunia islam maka pasti kontrol ekonomi global pun itu berada di tangan umat Islam," ujarnya.

Ketiga, dari aspek sumber daya manusia, dengan populasi lebih dari 2 miliar umat Islam bonus demografi yang luar biasa dan mayoritas sumber daya manusia di dunia Islam adalah penduduk yang berusia produktif.

"Jika mereka di bekali dengan literasi ideologis, pemahaman akidah Islam yang kokoh dan tentu dengan tidak meninggalkan penguasaan teknologi terkini maka tentu ini akan menjadi mesin penggerak yang tidak akan tertandingi," paparnya.

Keempat, aspek kekuatan militer. "Walaupun memang masih belum menjadi pemilik industri militer yang kuat tetapi gabungan personil militer di Dunia Islam tentu sangat besar," ujarnya.

Ia memberikan contoh, ada kekuatan nuklir yang dimiliki oleh Pakistan, Turki memiliki kekuatan teknologi drone yang canggih, Iran memiliki kemampuan rudal balistik yang sudah teruji. "Dan tentu ini akan menghasilkan kekuatan angkatan bersenjata yang besar dengan keragaman alutsista yang kompleks," tegasnya.

Namun, kata dia, pr Dunia Islam adalah bagaimana industri militer bisa dibangun secara mandiri dan tidak bergantung kepada kekuatan asing. "Dan tentu bila dibandingkan dengan Amerika Serikat gabungan dari kekuatan militer dunia Islam yang sekarang terserak di 57 negara pasti akan melebihi dari kekuatan militer Amerika Serikat," pungkasnya.[] Alfia

Opini

×
Berita Terbaru Update