Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Dehumanisasi Muslim Palestina oleh Zionis Makin Mengerikan, Muslim Bersatu Wujudkan Jihad

Kamis, 21 Mei 2026 | 22:28 WIB Last Updated 2026-05-21T15:28:16Z
TintaSiyasi.id -- Zionis Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah jalur Gaza, Palestina pada 8 Mei 2026. Akibat serangan tersebut, sejumlah bangunan tempat tinggal warga hancur dan beberapa warga sipil, termasuk anak-anak dilaporkan mengalami luka-luka.
(Metronews.com, 10/05/2026)

Israel telah memperluas wilayah pendudukan di jalur Gaza hingga 59 persen wilayah tersebut dan tengah mempersiapkan kemungkinan dimulainya kembali genosida di wilayah kantong Palestina itu, demikian dilaporkan Radio Angkatan Darat Israel, Minggu (3/5). Sebelum genjatan senjata pada Oktober 2025, Israel menguasai 53 persen wilayah jalur Gaza. Sementara itu, kelompok Palestina Hamas menyatakan bahwa militer Israel menguasai lebih dari 60 persen wilayah pesisir Palestina itu. (Antaranews.com, 04/05/2026)

Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) menyebutkan bahwa jalur Gaza merupakan tempat paling mematikan di dunia bagi jurnalis. Lebih dari 300 jurnalis tewas sejak 7 Oktober 2023. Jumlah korban tewas akibat agresi Zionis Israel di jalur Gaza telah mencapai 72.736 orang dan 172.535 lainnya terluka (Antaranews.com, 10/05/2026)

Kebiadaban Zionis Israel semakin brutal. Berbagai cara untuk mengakhiri kehidupan manusia mereka gunakan di Gaza Palestina. Diskriminasi juga terus menerus terjadi. Genjatan senjata yang sudah disepakati tiada makna, bahkan semakin brutal memborbardir tenda-tenda pengungsian warga Gaza. Akibat genosida ini jumlah korban semakin meningkat, warga yang terluka terlebih anak-anak tidak mendapat penanganan medis yang memadai akibat fasilitas rumah sakit rusak. Lebih parahnya Zionis menargetkan pos perkemahan para jurnalis untuk membungkam kejahatan mereka dimata dunia.

Dehumanisasi terhadap warga Gaza Palestina sudah sangat jelas di hadapan kita. Namun, dunia hanya diam tidak melakukan apa-apa. Keberadaan para zionis di tanah kaum Muslim Palestina harus segera di usir dan dibumi hanguskan dari muka bumi ini. Kejahatan mereka sudah melampaui batas kemanusiaan. Mereka tidak hanya merampas tanah Kaum Muslim tetapi juga membunuh pemilik tanah nya. Kecaman dunia tidak dihiraukan, mereka menutup mata dan hati demi menguasai tempat. 

Kejahatan berkepanjangan ini hanya bisa dihentikan oleh jihad dengan mengirimkan tentara kaum Muslim ke Negeri para Nabi tersebut guna menumpas para Zionis laknatullah tersebut dan mengambil kembali tanah milik Kaum Muslim.

Sungguh menyedihkan jika keberadaan penguasa kaum muslim lebih dari 50 negara namun tidak bergerak, tidak berdaya upaya untuk membantu saudaranya yang terjajah di Palestina hingga kini. Kaki mereka terbelenggu dengan Nasionalisme yang mengikis ukhuwah. Barat telah berhasil mengkotak-kotakkan negeri-negeri Muslim sejak sistem Khilafah di runtuhkan. Sehingga menolong saudara seakidah merasa bukan kewajibannya karena berbeda negara dan benderanya. Sungguh menyedihkan.

Pembebasan Palestina membutuhkan satu komando yang kuat berupa persatuan kaum Muslim seluruh dunia. Komando ini hanya terealisasi dalam bingkai Sistem Khilafah Islam yang menyerukan Jihad Fi Sabilillah dengan mengirimkan pasukan tentara kaum Muslim ke negeri yang terjajah. Khilafah akan menghentikan pembantaian dan genosida Zionis terhadap warga Palestina serta mengembalikan tanah kepada kaum Muslim Palestina sebagai pemilik sebenarnya.

Palestina adalah gambaran ukhuwah Islamiyah yang harus kita wujudkan sekaligus menjadi cobaan keimanan bagi kaum muslim seluruh nya. Membela mereka adalah kewajiban akidah.
Sudah saatnya umat sadar untuk segera mewujudkan sistem Khilafah yang dipimpin oleh seorang Khalifah yang menggerakkan pasukan jihad untuk membela saudara kita di Palestina. Tanpa umat bersatu menegakkan Khilafah, jihad tidak akan terwujud. 

Wallahua'lam Bisshawab

Oleh: Farida Marpaung
Aktivis Muslimah

Opini

×
Berita Terbaru Update