Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Idul Fitri dan Perjuangan Meraih Kemenangan Umat Islam

Minggu, 29 Maret 2026 | 07:05 WIB Last Updated 2026-03-29T00:06:11Z

TintaSiyasi.id -- Ramadan tidak hanya bulan latihan menahan diri dari lapar, dahaga dan hawa nafsu semata, tetapi juga bulan perjuangan bagi umat Islam. Perjuangan umat Islam untuk mengembalikan kehidupan Islam belum tercapai, butuh usaha yang semakin besar untuk meraih kemenangan hakiki. Umat Islam masih terpecah belah dalam berbagai negara, bahkan banyak yang terang-terangan bersekutu dengan negara kafir harbi. Enam negara arab tiba-tiba bergabung bersama AS dan mengutuk Iran.

Amerika Serikat (AS) dan sekutu Arabnya pada hari minggu mengutuk Iran. Hal ini terjadi saat Teheran melancarkan serangkaian serangan balas dendam terhadap Israel dan AS yang menyerangnya pada hari sabtu. Selain Tel Aviv, Iran menyerang negara-negara Teluk yang menampung pasukan AS sebagai tanggapan. Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA) ada di dalamnya. "Serangan yang tidak beralasan ini menargetkan wilayah kedaulatan, membahayakan penduduk sipil, dan merusak infrastruktur sipil," bunyi pernyataan bersama tersebut, dikutip Al-Arabiya, Senin (2/3/2025). (CNBC Indonesia, 02/03/2026)

Umat Terpisah dan Tercerai-Berai

Bergabungnya enam negara Arab dengan As untuk mengutuk Iran merupakan penghianatan kepada seluruh kaum muslim. Di bulan Ramadhan seharusnya sebagai momentum untuk berjuang bersama umat untuk menghancurkan negeri karif, bukan sebaliknya malah bergabung dengan As. Hal ini disebabkan, bahwa kesadaran umat Islam untuk memaknai Ramadan sebagai bulan perjuangan belum sampai pada kesadaran ideologi Islam. Perjuangan umat masih dominan bersifat praktis-pragmatis. Perjuangan 

Posisi politik umat Islam terus dalam kondisi lemah padahal Allah SWT telah memberi mereka predikat sebaik-baiknya umat Islam (khoiru ummah). Sebab, umat hari ini masih terbelengu dengan sistem kapitalis-demokrasi. Dampak penerapan sistem tersebut menjadikan umat lemah dan rapuh. Padahal jumlah kaum muslim banyak seperti buih pada lautan tetapi tidak punya kekuatan. 

Jumlah SDM, SDA, posisi geopolitik dan geostrategis wilayah umat Islam sangat besar, dan punya potensi Islam sebagai ideologi. SDM kaum muslim saat ini sangat besar dari segi militer. Indonesia (694,7 ribu+), Pakistan (653,8 ribu+), Iran (575 ribu+), Mesir (440 ribu+), dan Arab Saudi (425 ribu+) memiliki personel aktif yang signifikan secara global. 

SDA kaum muslim memiliki kekayaan yang luar biasa, menguasai sekitar 75% cadangan minyak bumi dan 49% gas alam global. Fokus utama energi erada di Timur Tengah (Arab Saudi, Iran, Irak, UEA), sementara kekayaan mineral (emas, nikel, bauksit, batubara) tersebar di negara seperti Indonesia, serta pertanian/pertambangan di Afrika Utara.

Walhasil, ketika kaum bersatu akan mampu membumi hanguskan negeri kafir. Persatuan itu akan bisa terwujud dengan jalan mengembalikan kehidupan Islam. Upaya mengembalikan kehidupan Islam membutuhkan partai politik Islam ideologis yang sahih. Partai politik yang berasaskan kepada aqidah Islam dan pemikiran Islam adalah ruh bagi tubuh partai. Perjuangan partai yang didasarkan pada prinsip keimanan dan keikhlasan.

Dakwah Jalan Perjuangan Meraih Kemenangan

Persatuan umat diseluruh dunia dibutuhkan negara atau institusi yang mampu menyatukannya. Maka institusi itu adalah Khilafah islamiyah. Sebab, khilafahlah institusi yang akan menerapkan syariat Islam secara kaffah dan menyatukan umat di berbagai belahan dunia. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengembalikan khilafah dan persatuan umat adalah dengan dakwah politik dan Islam kaffah.

Prioritas dakwah membangun kesadaran politik ideologi umat dengan Islam kaffah. Dakwah sebagai aktifitas yang muliah dan seruan dari Allah Swt sebagai kewajiban untuk dijalankan oleh umat.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 104)

Urgensi membangun kesadaran akan kebutuhan adanya persatuan hakiki di bawah institusi khilafah yang harus serius diperjuangkan bersama hizb yang tulus. Berjuang demi izzul islam wal muslimin, bukan hizb semu yang justru berjuang di jalan yang menjauhkan umat dari kebangkitan hakiki. 

Ramadan dan idul fitri semestinya jadi starting point untuk mengonsolidasi dan memobilisasi kekuatan dan kesatuan umat Islam. Ramadhan seharusnya sebagai momentum untuk lebih semangat memperjuangkan kembalinya perisai umat. Oleh karenanya, pejuang Islam terus istiqomah di jalan dakwah, rapatkan barisan, terus menyerukan dan berjuang mengembalikan kehidupan Islam. Wallahu'alam bissowab.

Oleh: Arbiah
Aktivis Muslimah

Opini

×
Berita Terbaru Update