Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Muhibah Syawal 1447 H di Bali: Merajut Ukhuwah, Menguatkan Sinergi Umat

Senin, 13 April 2026 | 06:06 WIB Last Updated 2026-04-12T23:07:05Z
TintaSiyasi.id -- Pada tanggal 10–12 April 2026, suasana Syawal yang penuh berkah menjadi saksi sebuah perjalanan dakwah penuh makna di Pulau Dewata. Dr. Nasrul Faqih Syarif, M.Si., bersama Lawyer Jawa Timur, Boedihardjo, S.H., melakukan muhibah Syawal ke Singaraja dan Denpasar, Bali—sebuah langkah nyata mempererat ukhuwah Islamiyah lintas wilayah.

Kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Ia menjelma menjadi ruang pertemuan strategis antara para ulama, tokoh masyarakat, Ketua MUI, serta para pendidik dan praktisi hukum. Semuanya disatukan dalam satu semangat besar:
“Merajut Ukhuwah dan Sinergi dalam Membina Umat demi Kelangsungan Hidup Islam.”

Hangatnya Silaturahmi, Kuatnya Ikatan Hati

Dalam momen yang terekam pada pertemuan tersebut, terlihat keakraban yang tulus. Senyum yang merekah, genggaman tangan yang hangat, dan dialog yang penuh makna menjadi bukti bahwa ukhuwah bukan sekadar konsep, tetapi energi hidup umat.

Pertemuan ini menegaskan bahwa Islam di Bali tetap tumbuh dengan damai, bijak, dan penuh toleransi. Para tokoh sepakat bahwa kekuatan umat tidak hanya terletak pada jumlah, tetapi pada persatuan dan sinergi gerakan.

Dakwah Kolaboratif: Kunci Keberlangsungan Umat

Diskusi yang berlangsung menyoroti pentingnya membangun dakwah berbasis kolaborasi:

Ulama sebagai penjaga nilai dan akidah

Pendidik sebagai pencetak generasi masa depan

Praktisi hukum sebagai pelindung keadilan umat

Tokoh masyarakat sebagai penggerak sosial

Semua elemen ini harus berjalan dalam satu visi:
membina umat secara berkelanjutan, adaptif, dan penuh hikmah.

Dr. Nasrul Faqih Syarif menegaskan bahwa dakwah hari ini tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan jaringan yang kuat, strategi yang matang, dan pendekatan yang menyentuh hati masyarakat.

Spirit Syawal: Dari Maaf Menuju Kolaborasi

Syawal bukan hanya momentum saling memaafkan, tetapi juga waktu terbaik untuk:

Menyatukan visi umat

Menghapus sekat perbedaan

Membangun kolaborasi jangka panjang

Muhibah ini menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai Syawal diterjemahkan dalam aksi:
dari ukhuwah menuju sinergi, dari silaturahmi menuju strategi.

Bali: Harmoni dalam Keberagaman

Melaksanakan dakwah di Bali memberikan pelajaran penting tentang pentingnya pendekatan yang bijaksana dan inklusif. Di tengah keberagaman, umat Islam dituntut untuk tampil sebagai:

Rahmat bagi lingkungan sekitar

Teladan dalam akhlak dan toleransi

Penebar kedamaian

Inilah wajah Islam yang sesungguhnya—kuat dalam prinsip, lembut dalam pendekatan.

Refleksi: Dakwah adalah Jalan Panjang Peradaban

Perjalanan ini mengingatkan kita bahwa dakwah bukan hanya tugas individu, tetapi proyek peradaban. Ia membutuhkan:

Kesabaran dalam proses

Keikhlasan dalam niat

Konsistensi dalam perjuangan

Ukhuwah yang terjalin di Bali adalah benih yang, jika dirawat, akan tumbuh menjadi pohon peradaban yang kokoh.

Penutup: Dari Bali untuk Umat

Muhibah Syawal ini bukan akhir, melainkan awal dari gerakan yang lebih besar. Sebuah langkah kecil yang membawa harapan besar:

> Bahwa umat Islam, di mana pun berada, dapat bersatu, bersinergi, dan bangkit bersama dalam membina kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai Ilahi.

Semoga perjalanan ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus:

Menjalin ukhuwah

Menguatkan sinergi

Menjadikan dakwah sebagai poros kehidupan

Dari Bali, untuk Indonesia, untuk peradaban Islam yang lebih gemilang.

Dr. Nasrul Syarif M.Si.
12 April 2026 Denpasar Bali.

Opini

×
Berita Terbaru Update