TintaSiyasi.id -- Pada tanggal 10–12 April 2026, suasana Syawal yang penuh berkah menjadi saksi sebuah perjalanan dakwah penuh makna di Pulau Dewata. Dr. Nasrul Faqih Syarif, M.Si., bersama Lawyer Jawa Timur, Boedihardjo, S.H., melakukan muhibah Syawal ke Singaraja dan Denpasar, Bali—sebuah langkah nyata mempererat ukhuwah Islamiyah lintas wilayah.
Kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Ia menjelma menjadi ruang pertemuan strategis antara para ulama, tokoh masyarakat, Ketua MUI, serta para pendidik dan praktisi hukum. Semuanya disatukan dalam satu semangat besar:
“Merajut Ukhuwah dan Sinergi dalam Membina Umat demi Kelangsungan Hidup Islam.”
Hangatnya Silaturahmi, Kuatnya Ikatan Hati
Dalam momen yang terekam pada pertemuan tersebut, terlihat keakraban yang tulus. Senyum yang merekah, genggaman tangan yang hangat, dan dialog yang penuh makna menjadi bukti bahwa ukhuwah bukan sekadar konsep, tetapi energi hidup umat.
Pertemuan ini menegaskan bahwa Islam di Bali tetap tumbuh dengan damai, bijak, dan penuh toleransi. Para tokoh sepakat bahwa kekuatan umat tidak hanya terletak pada jumlah, tetapi pada persatuan dan sinergi gerakan.
Dakwah Kolaboratif: Kunci Keberlangsungan Umat
Diskusi yang berlangsung menyoroti pentingnya membangun dakwah berbasis kolaborasi:
Ulama sebagai penjaga nilai dan akidah
Pendidik sebagai pencetak generasi masa depan
Praktisi hukum sebagai pelindung keadilan umat
Tokoh masyarakat sebagai penggerak sosial
Semua elemen ini harus berjalan dalam satu visi:
membina umat secara berkelanjutan, adaptif, dan penuh hikmah.
Dr. Nasrul Faqih Syarif menegaskan bahwa dakwah hari ini tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan jaringan yang kuat, strategi yang matang, dan pendekatan yang menyentuh hati masyarakat.
Spirit Syawal: Dari Maaf Menuju Kolaborasi
Syawal bukan hanya momentum saling memaafkan, tetapi juga waktu terbaik untuk:
Menyatukan visi umat
Menghapus sekat perbedaan
Membangun kolaborasi jangka panjang
Muhibah ini menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai Syawal diterjemahkan dalam aksi:
dari ukhuwah menuju sinergi, dari silaturahmi menuju strategi.
Bali: Harmoni dalam Keberagaman
Melaksanakan dakwah di Bali memberikan pelajaran penting tentang pentingnya pendekatan yang bijaksana dan inklusif. Di tengah keberagaman, umat Islam dituntut untuk tampil sebagai:
Rahmat bagi lingkungan sekitar
Teladan dalam akhlak dan toleransi
Penebar kedamaian
Inilah wajah Islam yang sesungguhnya—kuat dalam prinsip, lembut dalam pendekatan.
Refleksi: Dakwah adalah Jalan Panjang Peradaban
Perjalanan ini mengingatkan kita bahwa dakwah bukan hanya tugas individu, tetapi proyek peradaban. Ia membutuhkan:
Kesabaran dalam proses
Keikhlasan dalam niat
Konsistensi dalam perjuangan
Ukhuwah yang terjalin di Bali adalah benih yang, jika dirawat, akan tumbuh menjadi pohon peradaban yang kokoh.
Penutup: Dari Bali untuk Umat
Muhibah Syawal ini bukan akhir, melainkan awal dari gerakan yang lebih besar. Sebuah langkah kecil yang membawa harapan besar:
> Bahwa umat Islam, di mana pun berada, dapat bersatu, bersinergi, dan bangkit bersama dalam membina kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai Ilahi.
Semoga perjalanan ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus:
Menjalin ukhuwah
Menguatkan sinergi
Menjadikan dakwah sebagai poros kehidupan
Dari Bali, untuk Indonesia, untuk peradaban Islam yang lebih gemilang.
Dr. Nasrul Syarif M.Si.
12 April 2026 Denpasar Bali.