Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bupati Tapanuli Tengah: Masih Ada Potensi Banjir Bandang dan Longsor Susulan Terjadi

Minggu, 30 November 2025 | 06:14 WIB Last Updated 2025-11-29T23:14:36Z

TintaSiyasi.id -- Banjir dan longsor yang kini melanda Sumatera Utara tepatnya di titik terparah, Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, menurut Masinton Pasaribu sebagai Bupati Tapanuli Tengah masih ada kemungkinan berpotensi banjir bandang dan longsor susulan.

 

“Beberapa titik dan ruas jalan terputus, begitu pun dengan akses jalan utama atau jalan nasional dari Tarutung ke arah Pandan dan Sibolga. Jalan-jalan kabupaten juga terputus. Potensi Longsor masih sangat memungkinkan. Kami mengimbau kepada warga, agar berada di tempat evakuasi sementara,” ujarnya dalam wawancara bersama Kompas TV, Jumat (25/11/2025).

 

Kabar terbaru longsor yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), telah menelan 10 korban jiwa hingga siang ini, Rabu (26/11/2025). Sebelumnya,  informasi korban jiwa masih 4 orang.

 

“Sementara ini ada empat korban jiwa yang terlapor akibat longsor. Waktu pertama kali longsor datang di Kecamatan Sitahuis, yaitu tiga orang ada dalam satu rumah,” terang Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu.

 

Lanjut ia mengabarkan bahwa situasi terkini di pusat bencana sangat memprihatinkan. Dan terkait untuk cuaca, BMKG Sumut menginformasikan bahwa cuaca ekstrem masih akan terjadi di Provinsi Sumatera Utara. Apalagi posisi Tapanuli Tengah berada di kawasan Pantai Barat Samudera Hindia.

 

“Ini yang kemudian di kawasan pantai barat, karena Tapanuli Tengah ada di kawasan pantai barat Samudera Hindia, sehingga mengalami dampak yang luar biasa,” sambungnya lagi.

 

Pembalakan Picu Banjir

 

Dalam wawancara bersama Kompas TV, Masinton Pasaribu mengungkapkan bahwa telah terjadi upaya pembalakan penamaman sawit secara agresif di perbukitan Tapanuli Tengah, sehingga memicu terjadinya banjir serta longsor.

 

“Dan juga, terjadinya banjir bandang tersebut karena adanya upaya pembalakan penanaman sawit secara agresif di wilayah-wilayah perbukitan kami (Tapteng),” imbuhnya.

 

Ia mengatakan akan melakukan pemetaan dan identifikasi untuk bisa menindaklanjutinya, seperti memitigasi potensi-potensi bencana dan upaya penanaman liar kebun-kebun sawit di daerah perbukitan.

 

Bahkan kata Masinton, kasus pembalakan sawit tersebut akan dilaporkan langsung ke Presiden karena sudah menjadi upaya merusak lingkungan di wilayah Tapanuli Tengah.

 

Siaga dan Evakuasi

 

Ribuan warga Tapanuli Tengah yang terdampak longsor dan banjir menurut Bupati Tapteng telah disediakan tempat evakuasi. “Mulai dari GOR, aula Pemda, sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya,” ujarnya.

 

Selain itu, Pemda Tapteng juga menyiapkan dapur umum yang bekerjasama dengan Dinas Sosial, serta telah melakukan koordinasi dengan Gubernur Sumatera Utara yang dikabarkan akan sampai dua hari ke depan ke lokasi terdampak bencana.

 

Sementara untuk kebutuhan logistik, ia juga menyebutkan telah menghubungi Bulog untuk ketersediaan makanan warga yang dievakuasi.[] M. Siregar

Opini

×
Berita Terbaru Update