“Beberapa titik dan ruas jalan terputus, begitu pun
dengan akses jalan utama atau jalan nasional dari Tarutung ke arah Pandan dan
Sibolga. Jalan-jalan kabupaten juga terputus. Potensi Longsor masih sangat
memungkinkan. Kami mengimbau kepada warga, agar berada di tempat evakuasi
sementara,” ujarnya dalam wawancara bersama Kompas TV, Jumat
(25/11/2025).
Kabar terbaru longsor yang terjadi di Kabupaten
Tapanuli Tengah (Tapteng), telah menelan 10 korban jiwa hingga siang ini, Rabu (26/11/2025).
Sebelumnya, informasi korban jiwa masih
4 orang.
“Sementara ini ada empat korban jiwa yang terlapor
akibat longsor. Waktu pertama kali longsor datang di Kecamatan Sitahuis, yaitu tiga
orang ada dalam satu rumah,” terang Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu.
Lanjut ia mengabarkan bahwa situasi terkini di pusat
bencana sangat memprihatinkan. Dan terkait untuk cuaca, BMKG Sumut menginformasikan
bahwa cuaca ekstrem masih akan terjadi di Provinsi Sumatera Utara. Apalagi
posisi Tapanuli Tengah berada di kawasan Pantai Barat Samudera Hindia.
“Ini yang kemudian di kawasan pantai barat, karena
Tapanuli Tengah ada di kawasan pantai barat Samudera Hindia, sehingga mengalami
dampak yang luar biasa,” sambungnya lagi.
Pembalakan Picu Banjir
Dalam wawancara bersama Kompas TV, Masinton Pasaribu
mengungkapkan bahwa telah terjadi upaya pembalakan penamaman sawit secara
agresif di perbukitan Tapanuli Tengah, sehingga memicu terjadinya banjir serta
longsor.
“Dan juga, terjadinya banjir bandang tersebut karena
adanya upaya pembalakan penanaman sawit secara agresif di wilayah-wilayah
perbukitan kami (Tapteng),” imbuhnya.
Ia mengatakan akan melakukan pemetaan dan identifikasi
untuk bisa menindaklanjutinya, seperti memitigasi potensi-potensi bencana dan
upaya penanaman liar kebun-kebun sawit di daerah perbukitan.
Bahkan kata Masinton, kasus pembalakan sawit tersebut
akan dilaporkan langsung ke Presiden karena sudah menjadi upaya merusak
lingkungan di wilayah Tapanuli Tengah.
Siaga dan Evakuasi
Ribuan warga Tapanuli Tengah yang terdampak longsor
dan banjir menurut Bupati Tapteng telah disediakan tempat evakuasi. “Mulai dari
GOR, aula Pemda, sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya,” ujarnya.
Selain itu, Pemda Tapteng juga menyiapkan dapur umum
yang bekerjasama dengan Dinas Sosial, serta telah melakukan koordinasi dengan
Gubernur Sumatera Utara yang dikabarkan akan sampai dua hari ke depan ke lokasi
terdampak bencana.
Sementara untuk kebutuhan logistik, ia juga
menyebutkan telah menghubungi Bulog untuk ketersediaan makanan warga yang
dievakuasi.[] M. Siregar
