Jika saudara kita yang shalatnya belum bener wajib kita tolong.Kita kasih pencerahan 'kaifiyah shalat' yang sesuai sunnah Rasul, bisa tatap muka , bisa via khuthbah dan bisa via tulisan untuk diposting di grup-grup media sosial. Dan jika kita menyaksikan banyak kemaksiatan ditengah masyarakat juga kita 'tolong' ,tentu membantu bukan kita ikut maksiat tapi kita mencegah dan kita beri pencerahan bahwa yang mereka lakukan itu melanggar syariat dan juga undang-undang yang berlaku.
Dan inilah yang disebut dakwah Islam yakni mengajak ke jalan yang diridhai Allah swt.
Dalam hadits tersebut, dari Anas ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,
انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا
“Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang dizalimi.”
فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْصُرُهُ إِذَا كَانَ مَظْلُومًا ، أَفَرَأَيْتَ إِذَا كَانَ ظَالِمًا كَيْفَ أَنْصُرُهُ قَالَ « تَحْجُزُهُ أَوْ تَمْنَعُهُ مِنَ الظُّلْمِ ، فَإِنَّ ذَلِكَ نَصْرُهُ »
Kemudian ada seseorang bertanya tentang bagaimana cara membantu orang yang berbuat zalim? Beliau menjawab, “Kamu mencegah dia berbuat zalim, maka sesungguhnya kamu telah menolongnya.” (HR. Bukhari & Muslim).
Betapa indahnya makna sabda Baginda Rasul itu. Sebagai muslim kita diwajibkan untuk membantu saudara-saudara kita yang zalim, bukan membencinya. Maksudnya kita bahkan boleh wajib membenci kezalimannya tapi tidak boleh membenci pelakunya. Meskipun dia pelaku zalim, oleh Rasulullah tetap dipanggil dengan sebutan 'saudaramu'.
Pemandangan kita kepada orang zalim bukan dengan pandangan kebencian tapi dengan rasa iba dan belas kasihan atas terjerumusnya mereka di lembah kezaliman. Kalau tidak terlalu lama, berpikir mereka tidak sadar atas apa yang mereka kerjakan itu. Caranya kata Nabi: 'cegah atau hentikan perbuatan zalimnya itu!'
Zalim Terbesar
Salah satu bentuk zalim adalah syirik. Bahkan syirik ini zalim terbesar dalam Islam sebagaimana firman Allah Ta'ala:
إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Sesungguhnya kesyirikan adalah kezaliman yang terbesar.” (QS.Lukman : 13).
Pertanyaannya apakah ada di sekitar kita orang yang terjebak dalam kesyirikan?, mempersekutukan Allah dengan makhluk-Nya.?
Pertanyaan ini sudah langsung dijawab Allah dalam firmanNya dalam Al,-Quran :
{وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَ}
“Dan sebagian besar manusia tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan-Nya (dengan sembahan-sembahan lain)” (QS Yusuf:106).
Karena informasinya dari Allah SWT, tak ada yang bisa membantahnya bahwa syirik itu memang ada dan bahkan ada di sekitar kita. Tidak sedikit manusia yang karena mengikuti tradisi atau adat istiadat nenek moyang mereka terjebak dalam kesyirikan. Dan tak sedikit umat Islam yang tidak benar cara ibadahnya karena kurang memahami sunnah Rasulullah saw. sehingga bukan saja ibadahnya tidak benar juga ada yang terjebak dalam kesyirikan. Beberapa bulan lalu saya menyaksikan video sekelompok jamaah dimakam seorang habib. Kata mereka dengan serentak , "Ya Habib Husin kabulkan hajat kami". Sampai berulang-ulang kalimat itu didepan kuburan habib itu. Sontak saya pun terkejut atas kejadian syirik itu. Saya merasa iba dan kasihan kepada mereka. Ini harus kita tolong. Kami terima kasih pencerahan. Tidak mungkin banyak saudara-saudara kita muslim karena tidak faham juga melakukan kesyirikan yang sama dan dapat mengeluarkan mereka tanpa sadar dari Islam, alias murtad.
Na'udzubillah mindzalik.
Narasi itu jelas bentuk doa kepada seorang habib, padahal berdoa meminta hajat kepada selain Allah jelas dilarang dan hukumnya jelas musyrik sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran :
وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّـهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ ۖ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ
“Dan janganlah kamu berdoa kepada apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim”” (QS. Yunus: 106).
Allah ta'ala berfirman:
وَلَا تَدْعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ ۘ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ
“Janganlah kamu berdoa di samping (berdoa) kepada Allah, juga berdoa kepada selain-Nya. Tidak ada sesembahan (yang berhak disembah) kecuali Dia” (QS. Al-Qashash: 88).
Tawassul kepada Habib atau wali yang sudah wafat inipun banyak ulama yang menghukumi syirik.
Sebab inilah jenis kesyirikan yang dilakukan oleh orang-orang musyrikin terdahulu. Allah ta'ala berfirman:
اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاء مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى
“Orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah, mereka berkata: tidaklah kami menyembah sesembahan-sesembahan itu kecuali agar mereka mendekatkan diri kami kepada Allah sedekat-dekatnya” (QS. Az-Zumar: 3).
Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya mengatakan:
Apa yang Harus Dilakukan Saat Ini? تنفعهم أو تقربهم من الله زلفى
“Mayoritas umat manusia yang mengakui bahwa Allah adalah pencipta alam semesta, namun mereka menyembah sesembahan lain selain menyembah Allah juga sebagai perantara, yang menurut sangkaan mereka bisa memberikan manfaat bagi mereka, atau untuk mendekatkan diri kepada Allah sedekat-dekatnya” (Tafsir Ibnu Katsir, 4/482).
Jangan biarkan saudara-saudara kita terjebak dalam kesyirikan, syirik akbar karena merupakan dosa terbesar dalam Islam. Tak akan diampuni dosanya jika sampai wafat belum berevolusi (QS.An-Nisa : 48 ), seluruh amalnya terhapus (QS.Al-An'am : 65).Dan ia masuk neraka dan diharamkan surga untuknya (QS.Al-Maidah : 72). Na'udzubillahi mindzalik.
Intensipkan Dakwah
Untuk membantu saudara-saudara kita yang terjebak dalam kezaliman, maka kita wajib membantunya. Banyak media dakwah untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah. Bisa secara pribadi bisa melalui ceramah agama, peringatan hari-hari besar Islam dengan materi aqidah dan ibadah Islam. Dan bisa melalui tulisan di media sosial.
Jangan sampai seorang muslim apalagi yang sudah menjadi kiyai, ustadz saat menyaksikan kemaksiatan dan kezaliman hanya diam tidak bereaksi dan tidak melakukan dakwah dan amar makruf nahi munkar, maka kata seorang ulama salaf Abu Ali Ad-Daqaq an-Naisaburi Asy-Syafii yang dinukil oleh imam An-Nawawi dalam Syarah Muslim, profil orang semacam itu
disebut Setan Bisu. Katanya,:
Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan
“Orang yang diam dari kebenaran itu adalah setan bisu, namun orang yang berbicara dengan kebatilan itu adalah setan yang berbicara (jubir setan).
Kendati bukan hadis, isi dan jiwa kalimat tersebut sejalan dengan QS Ali Imran ayat 104, at-Taubah:71, dan lainnya. Juga seirama dengan makna banyak hadis amar makruf dan nahi mungkar
Dengan tegas Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ
“Barang siapa yang melihat satu kemungkaran, maka rubahlah dengan tangan, jika tidak mampu maka dengan lisannya dan jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu selemah-lemahnya iman.” (HR Muslim).
Hadits ini juga menunjukkan bahwa tugas amar makruf nahi munkar itu akan sangat efektif jika dilaksanakan dengan tangan atau kekuasaan. Para pejabat yang mempunyai otoritas kekuasaan akan sangat efektif untuk melakukan tugas amar makruf dan nahi munkar.
Pak Presiden dan DPR kapan lagi untuk membangun negeri yang mendapat ridha ilahi, buatlah undang-undang untuk mencegah perbuatan 'fakhisyah' yakni LGBT
Ini satu perbuatan keji perilaku warisan seksual kaum sodomi.
Yuk kita intensifkan dakwah dan amar makruf nahi munkar, insya Allah umat Islam akan menjadi umat yang beruntung (QS.Ali Imran : 104), dan menjadi umat sebaik-baiknya (QS Ali Imran : 110).
Nashrun Minallah Wafathun Qoriib.
Abd Mukti
Pemerhati Kehidupan Beragama.
.png)