TintaSiyasi.id -- Majelis ilmu adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah Swt., anugerahkan kepada umat Nabi Muhammad Saw. Di dalamnya turun rahmat, ketenangan, cahaya ilmu, dan keberkahan hidup. Hati yang keras menjadi lembut, jiwa yang lalai menjadi sadar, dan manusia yang jauh dari Allah menjadi dekat kepada-Nya.
Oleh karena itu, para ulama salaf sangat mencintai majelis ilmu. Mereka rela menempuh perjalanan jauh, meninggalkan kenyamanan dunia, demi duduk di hadapan para ulama untuk mendengar satu hadis atau satu nasihat yang mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Majelis Ilmu Adalah Taman Surga
Rasulullah Saw., bersabda:
“Apabila kalian melewati taman-taman surga maka singgahlah.”
Para sahabat bertanya: “Apakah taman-taman surga itu wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab: “Majelis-majelis ilmu dan dzikir.”
Betapa agung kedudukan majelis ilmu hingga disebut sebagai taman surga di dunia. Sebab di tempat itulah:
Al-Qur’an dibaca
Ilmu syariat diajarkan
Nama Allah disebut
Hati dibersihkan
dan rahmat Allah diturunkan.
Majelis ilmu bukan sekadar tempat belajar, melainkan tempat penyembuhan ruhani.
Turunnya Rahmat dan Ketenangan
Dalam hadis shahih, Rasulullah Saw., bersabda:
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di rumah Allah untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya bersama-sama, kecuali turun kepada mereka ketenangan, rahmat meliputi mereka, malaikat menaungi mereka, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.”
Bayangkan kemuliaan seorang penuntut ilmu:
disebut namanya oleh Allah di hadapan para malaikat,
* dinaungi malaikat
* dicurahi sakinah
* dan diliputi rahmat.
Inilah kemuliaan yang tidak dapat dibeli dengan harta dunia.
Jalan Menuju Surga
Rasulullah Saw., juga bersabda:
“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.”
Majelis ilmu adalah jalan keselamatan. Sebab ilmu:
* membimbing ibadah
* memperbaiki akhlak
* menjaga aqidah
* dan menerangi kehidupan.
Tanpa ilmu, seseorang dapat tersesat walaupun rajin beribadah. Oleh karena itu para ulama berkata:
“Ilmu adalah imam, sedangkan amal adalah pengikutnya.”
Majelis Ilmu Menghidupkan Hati
Hati manusia dapat mati karena dosa, cinta dunia, dan kelalaian. Namun, majelis ilmu mampu menghidupkan kembali hati yang redup.
Ketika ayat-ayat Allah dibacakan,
ketika nasihat ulama menyentuh jiwa,
ketika kisah orang-orang saleh didengar,
maka hati yang keras mulai menangis dan tunduk kepada Allah.
Sebagian salaf berkata:
“Majelis ilmu adalah kehidupan hati.”
Oleh karena itu orang yang rutin menghadiri majelis ilmu akan merasakan:
* bertambahnya iman
* lembutnya hati
* takut kepada Allah
* dan semangat beramal saleh.
Duduk Bersama Orang-Orang Saleh
Keberkahan besar lainnya adalah berkumpul dengan orang-orang saleh. Lingkungan sangat memengaruhi hati manusia.
Majelis ilmu mempertemukan seseorang dengan:
* para ulama
* para pencari akhirat
* ahli dzikir
* dan orang-orang yang mencintai Allah.
Dari pertemuan itu lahir:
* persaudaraan iman
* semangat ibadah
* akhlak mulia
* dan kecintaan kepada akhirat.
Malaikat Mengelilingi Majelis Ilmu
Dalam riwayat disebutkan bahwa malaikat berkeliling mencari majelis dzikir dan ilmu. Ketika menemukannya, mereka duduk mengelilingi majelis tersebut hingga memenuhi langit dunia.
Ini menunjukkan bahwa majelis ilmu adalah tempat yang dicintai langit.
Boleh jadi seseorang hidup penuh dosa, tetapi karena ia melangkahkan kaki menuju majelis ilmu dengan hati yang ikhlas, Allah membukakan pintu hidayah dan ampunan baginya.
Adab Menghadiri Majelis Ilmu
Agar memperoleh keberkahan, seorang penuntut ilmu hendaknya:
* Ikhlas karena Allah.
* Datang dengan niat mencari hidayah.
* Memuliakan guru dan ulama.
* Mendengarkan dengan adab.
* Tidak sombong terhadap ilmu.
* Mengamalkan apa yang dipelajari.
* Menjaga kesucian hati dan akhlak.
Ilmu yang bermanfaat bukan yang hanya dihafal, tetapi yang mengubah kehidupan menjadi lebih dekat kepada Allah Swt.
Bahaya Menjauhi Majelis Ilmu
Ketika manusia meninggalkan majelis ilmu:
* kebodohan menyebar
* fitnah mudah dipercaya
* hawa nafsu diagungkan
* dan agama dipahami tanpa tuntunan ulama.
Oleh karena itu hadirnya majelis ilmu adalah benteng umat dari kesesatan dan kerusakan moral.
Penutup
Majelis ilmu adalah cahaya di tengah gelapnya dunia. Ia adalah taman surga bagi hati-hati yang rindu kepada Allah Swt.
Maka, jangan bosan menghadiri majelis ilmu:
* walau harus melawan rasa malas
* walau harus menempuh perjalanan
* walau harus mengorbankan waktu dan kenyamanan.
Sebab, boleh jadi satu nasihat yang kita dengar dengan hati yang ikhlas menjadi sebab keselamatan kita di dunia dan akhirat.
Semoga Allah Swt., menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mencintai ilmu, memuliakan ulama, dan istikamah menghadiri majelis-majelis ilmu hingga akhir hayat. Aamiin.
Dr. Nasrul Syarif, M.Si.
Penulis Buku Gizi Spiritual dan Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo