Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kewajiban Mengembalikan Tegaknya Institusi Politik Islam

Rabu, 21 Januari 2026 | 15:28 WIB Last Updated 2026-01-21T08:28:27Z

TintaSiyasi.id -- Aktivis Muslimah Ustazah Iffah Ainur Rochmah menegaskan bahwa kaum Muslim berkewajiban mengembalikan tegaknya institusi politik Islam. 

"Kalau berbicara tentang kesadaran yang sudah dimiliki oleh sebagian kaum Muslim, kaum Muslim berkewajiban untuk mengembalikan hukum-hukum Allah di muka bumi dan mengembalikan tegaknya institusi politik Islam," tuturnya dalam video pendek di akun Instagram pribadinya @iffahainurrochmah, Ahad (04-01-2026).

Menurut Ustazah Iffah, kewajiban tersebut telah diajarkan Rasullullah dan dicontohkan dengan tegaknya Daulah Islam di Madinah.

Berkaca dari peristiwa-peristiwa yang dirahasiakan Allah seperti memberikan kemenangan pada perang tabuk, Ustazah Iffah menunjukkan pelajaran penting bagi kaum Muslim.

"Di perang Tabuk itu bagaimana kondisi kaum Muslim tidak dalam kelapangan,
bahkan pasukan kaum Muslim yang berjumlah 30.000 itu disebut sebagai jaisyul usroh, pasukan yang penuh dengan kesulitan, mereka sedang kesulitan secara finansial, tidak memiliki kendaraan yang cukup," jelasnya.

"Bahkan 10 orang harus bergantian menggunakan satu onta dan juga kekurangan logistik karena sedang masa paceklik, dan akhirnya satu kurma kering untuk dimakan dua orang. Dalam perjalanan yang sangat jauh dari kota Madinah menuju ke Tabuk membutuhkan 700 km dan dalam kondisi cuaca yang sangat terik, mereka hadapi semua itu dengan penuh komitmen, yakni kesadaran bahwa ini adalah perintah Allah Ta'ala, kemuliaan mereka adalah ketika mereka menjalankan dengan totalitas, badilan juhdi mengerahkan seluruh effort dan energi yang mampu mereka curahkan untuk menjalankan ketaatan kepada Allah," lanjutnya.

Berkaca dari peristiwa itu Ustazah Iffah meminta siapa saja yang memiliki kesadaran untuk menyampaikan pemahaman Islam atas kebutuhan umat Islam untuk kembali kepada sistem politik sebagaimana dicontohkan oleh Rasul Saw yakni Khilafah Islamiah.

"Maka mereka semestinya juga mencontoh jaisyul usroh, mereka tidak ragu untuk mengorbankan semua harta yang mereka punya, sebagaimana ditunjukkan oleh sahabat Utsman bin Affan," katanya.

"Mereka tidak ragu untuk mengerahkan energi mereka yang terbaik untuk menjalankan misi perang jihad fisabilillah tersebut dan hasilnya luar biasa,
Allah memberikan kemenangan yang gilang-gemilang, tadinya mereka harus berhadapan dengan 40.000 pasukan Romawi yang siap tempur,
namun Allah berikan pertolongan,
pasukan Romawi itu tidak jadi berani untuk berhadapan dengan kaum Muslim di Tabuk, Allah berikan kemenangan yang gilang-gemilang," lanjutnya.

Menurutnya, kepemimpinan Rasul Saw, Daulah Madinah adalah kepemimpinan yang sangat kuat sampai membuat musuh-musuhnya pun gentar.

"Kaum Muslim mendapatkan pertolongan-pertolongan, banyakk kabilah-kabilah yang masuk Islam dan tunduk kepada kekuasaan Islam di Madinah," terangnya.

Ustazah Iffah mengajak untuk tidak boleh kalah dengan kesulitan dan persoalan yang lahir sebagai akibat hidup di bawah tekanan, hegemoni maupun dominasi pemikiran standar-standar hidup yang sekuler kapitalistik.

"Dan secara real ada banyak persoalan ekonomi yang menimpa kaum Muslim yang membuat mereka mungkin dengan keterbatasan-keterbatasan menjadi
tidak leluasa untuk menyampaikan risalah atau kalimatul haq ini kepada banyak orang.

Namun menurutnya, belajar dari peristiwa perang tabuk dengan mata iman, keyakinan akan adanya pertolongan Allah, maka akan menganggap bahwa kesulitan itu adalah medan untuk mendapatkan kemuliaan yang lebih di hadapan Allah.

"Jangan sampai kalah oleh kesulitan dan keadaan karena sesungguhnya badilun juhdi itulah yang menghantarkan kepada rida Allah dan membuka pintu-pintu kemenangan," tandasnya.[] Harminah

Opini

×
Berita Terbaru Update